NewsSerba Serbi

Deadana, Hantu Dari Indonesia Timur yang Bisa Menyerupai Arwah Keluarga

0

Kematian seorang manusia sudah pasti tidak dapat dihindari lagi sekalipun oleh seorang penguasa wilayah tertentu. Semua manusia dipastikan akan menemui ajalnya termasuk sanak saudara dan kita sendiri.

Kematian juga bakal memisahkan arwah seseorang dengan jasadnya dan dipastikan arwah seseorang yang sudah meninggal dunia tidak akan lagi terlihat di dunia nyata berkeliaran alias gentayangan.

Jika kita melihat sebuah penampakan yang menyerupai sosok yang dikenal biasanya itu adalah ulah dari jin yang melakukan fitnah kubur.

Salah satu jin yang sering menyerupai arwah yang sudah meninggal dunia adalah Deadana. Cerita mitos soal Deadana ini sering dikaitkan dengan penyerupaan arwah sanak keluarga yang sudah meninggal.

Konon katanya Deadana ini berkembang di wilayah Indonesia Timur yang meyakini bahwa sosok gaib tersebut merupakan peliharaan dari seorang dukun (biasanya dukun perempuan) yang memanfaatkan kekuatan Deadana untuk kepentingan pesugihan.

Deadana dikatakan mampu menyerupai sosok keluarga yang sudah meninggal, biasanya Deadana digunakan dukun untuk mediasi berkomunikasi seolah-olah yang menggunakan jasa dukun tersebut mampu menghadirkan keluarga yang sudah meninggal dunia.

Padahal pada kenyataannya sosok yang dilihat si pasien dukun itu hanyalah tipuan yang dilakukan Deadana. Pada saat mediasi Deadana juga mampu menggali informasi pribadi dari si korban sehingga pasien semakin yakin bahwa yang diajak bicara betul adalah saudaranya.

Ketika proses mediasi, biasanya dukun menggunakan media sebuah boneka untuk proses pemanggilan Deadana. Selanjutnya sosok tersebut akan hadir dan menyerupai arwah keluarga yang meninggal lalu jalan mendekati sang mediator (orang yang dirasuki).

Selain digunakan untuk mediasi, sosok Deadana juga kerap diperintah oleh si dukun untuk melancarkan sebuah santet yang nantinya Deadana akan meneror rumah dari target si santet tersebut hingga para penghuni rumah merasa tidak betah dengan rumahnya.

Dikisahkan sosok Deadana ini konon katanya pada zaman dahulu ia merupakan seorang ibu yang dibunuh oleh anaknya yang berusia 8 tahun. Sang anak membunuh Deadana lantaran tidak suka karena aktifitas ibunya yang sering melakukan pesugihan secara terus menerus.

Tingkatkan Semangat Literasi, 56 Kader IPNU IPPNU Ikut Pelatihan Jurnalistik NU Online

Previous article

Banten Akhirnya Masuk Zona Merah COVID-19, Ini 4 Faktor Penyebabnya

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *