Dimensi Sains Isra’ Mi’raj

Dimensi Sains Isra' Mi'raj Radar Aktual

Ketika peristiwa Isra’ Mi’raj diperingati, pada umumnya para khatib menghubungkannya dengan perintah sholat. Begitu pentingnya ibadah sholat, sehingga Rasulullah sampai dipanggil langsung bertemu Allah di langit.

Sholat adalah pilar agama. Sedang sholat berjama’ah dapat disebut “pilar negara”, karena memberi pelajaran berharga model kepemimpinan dalam Islam, yang tetap relevan sampai kapanpun. Kepemimpinan Islam bukanlah diktator (karena imam bisa diingatkan bila salah dan diganti bila batal), juga bukan demokratis (karena syarat dan rukun sholat tak bisa didiskusikan).

Pemimpin dipilih oleh rakyat untuk memimpin dengan syariat dari Tuhan Yang Maha Esa. Sudah benar bahwa di konstitusi kita tidak tersurat “demokrasi” namun “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”.

Namun Isra’ Mi’raj sebagai sebuah perjalanan ajaib di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha di bumi yang diberkati juga memiliki dimensi sains dan politik.

Dimensi sains karena perjalanan Isra’ saja yang menempuh jarak kurang lebih 1250 Km pada masa itu sudah sesuatu yang mustahil ditempuh dalam semalam.

Memang saat ini, dengan pesawat supersonik, perjalanan itu dapat ditempuh 15 menit saja. Namun peristiwa mi’raj ke langit tentu tetap misterius.

Andaikata perjalanan pergi-pulang ke langit itu ditempuh dari ba’da Isya (sekitar pukul 20) sampai menjelang Shubuh (sekitar pukul 04), maka jarak bumi – langit adalah 4 jam.

Bila Nabi beserta malaikat jibril bergerak dengan kecepatan cahaya, maka jarak yang ditempuh baru sekitar 4.320.000.000 Km, atau baru di sekitar Planet Neptunus.

Belum keluar tata surya. Bintang terdekat Proxima Alpha Centaury ada pada jarak sekitar 4,2 tahun cahaya. Tidak mungkin dikunjungi pergi-pulang dalam semalam.

Apalagi ada kendala Teori Relativitas Khusus. Menurut Einstein, materi yang bergerak mendekati kecepatan cahaya, maka akan mengalami kontraksi ukuran sampai mendekati nol, dan pada saat yang sama massanya mendekati tak terhingga. Apakah Nabi mengalami hal itu?

Misteri ini tentu makin menantang para ilmuwan muslim untuk menjawab dengan berbagai teori fisika yang dikenal saat ini.

Teori Einstein sudah terbukti ribuan kali di dunia fisika partikel, dan juga pada satelit yang mengorbit bumi 90 menit sekali sambil membawa jam atom.

Ada juga yang mencoba memahami dengan ayat 70 Surat al-Maarij,

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun”, sebagai jarak ke langit adalah 50.000 tahun cahaya. Malaikat mampu melesat dengan laju jauh di atas cahaya (Faster Than Light, FTL-Travelling).

Namun astrofisika memastikan bahwa sehari malaikat ini belum keluar dari galaksi Bimasakti. Galaksi tetangga Andromeda saja berjarak 2,5 juta tahun cahaya. Dan itu juga belum langit.

Di manakah langit sebenarnya? Batas jagad raya teramati ada pada 14 Milyar tahun cahaya!

Melihat hal ini, sains mulai berspekulasi bahwa dunia yang kita amati ini memiliki struktur yang tidak linear.

Terlalu banyak materi gelap (“dark matter”) yang mungkin telah melengkungkan ruang dan waktu. Allah barangkali telah memasang “gerbang-gerbang langit” yang bisa menjadi jalan pintas ke lokasi yang maha jauh.

Bukankah Allah telah memberi tantangan “Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan”

(QS 55:33). Dan relativitas waktu telah ditunjukkan dengan kisah Ashabul Kahfi, yang ditidurkan selama 309 tahun, sementara mereka hanya merasa setengah hari.

Semua ini memang ujian keimanan. Namun bagi seorang mukmin, iman yang ideal adalah iman yang produktif. Ada ratusan ayat suci yang menggelitik seorang muslim untuk menguak rahasia alam. Itulah yang diinginkan Allah ketika berfirman

“Maka mengapa kalian tidak memperhatikan bagaimana unta diciptakan, dan langit ditinggikan?“ (QS 88:17-18).

Muslim generasi awal menjadikan ayat itu inspirasi untuk mempelajari biologi dan astronomi. Kitab astronomi “Almagest” karya Ptolomeus (100-170M) pernah dijadikan “kitab tafsir” atas ayat tersebut.

Maka abad pertengahan dihiasi oleh ratusan astronom muslim, dari Al-Battani (858-929M), Al-Biruni (973-1048M), hingga Quthubuddin As Syairazy (1236–1311M).

Mereka tidak hanya memastikan bulatnya bumi, juga mewariskan teknik mengukurnya, bahkan memastikan bahwa bumi bukan pusat tata surya, ratusan tahun sebelum Copernicus (1473-1543M).

Dalam teknologi, Abbas Ibn Firnas (810-887M) dari Cordoba diketahui benar-benar membuat alat terbang. Dia berhasil terbang dengan alat yang kita kenal sebagai gantole dan parasut. Lebih 11 abad kemudian Wright bersaudara dari Amerika menambahkan mesin padanya, dan jadilah pesawat terbang bermesin.

Pada abad pertengahan, umat Islam memiliki keunggulan di bidang sains ketika semangat berpikir menguak rahasia alam masih tinggi, dan iklim mencintai sains masih hidup baik di masyarakat maupun di pemerintahan. Berijtihad dalam sains masih dianggap ibadah dan amal jariyah. Dan berwakaf untuk laboratorium atau observatorium masih menjadi gengsi para aghniya.

Namun ketika aktivitas berpikir makin diabaikan, maka ada suatu titik ketika bangsa Barat menyalip keunggulan peradaban Islam, dan akhirnya penjajahan atas negeri-negeri Islam dimulai.

Puncaknya adalah saat al Aqsha di bumi yang diberkahi dijajah oleh Israel hingga hari ini. Inilah dimensi politik dari Isra’ Mi’raj.

Oleh karena itu, dalam memperingati Isra’ Mi’raj sudah sewajarnya kita kuatkan kembali keimanan, lalu kita jadikan sholat berjama’ah sebagai model kepemimpinan Islam. Kemudian kita jadikan cinta sains untuk membangun ulang peradaban Islam, yang akan menjadi bekal memerdekakan bumi Islam yang terjajah.

Umat Islam tanpa sains dan teknologi terbukti mudah terjajah. Sains dan teknologi tanpa Islam cenderung menjajah. Hanya jika umat Islam memegang kendali atas sains dan teknologi, maka mereka akan kembali merahmati alam, membebaskan dunia dari penjajahan.

Prof. Dr. Fahmi Amhar, (Peneliti Utama Badan Informasi Geospasial, Anggota Dewan Pakar Ikatan Alumni Program Habibie)

Tahun Politik, Tarif Jasa Dukun dan Paranormal Melonjak

Tahun Politik, Tarif Jasa Dukun dan Paranormal Melonjak Radar Aktual

Mendekati pemilihan umum, jasa paranormal atau perdukunan kerap kali diburu untuk digunakan sebagai ‘bantuan’ meraih kekuasaan. Tak terkecuali di Sukabumi. Tak sedikit calon anggota legislatif (caleg) menggunakan jasa mereka menjelang Pemilu 17 April mendatang.

Seiring banyaknya peminat, hukum ekonomi tampaknya berlaku ke praktik paranornal ini. Bahkan, kenaikan “ongkosnya” bisa berkali-kali lipat.

Seperti diakui oleh salah seorang caleg yang enggan disebutkan namanya. Caleg pendatang baru ini mengatakan, tarif praktik dukun saat ini minimal Rp5 juta.

“Sebotol air mineralnya saja, bisa Rp200 ribu. Ya itu, paranormal itu kita minta untuk membantu ikhtiar kita agar mulus dan terpilih menjadi wakil rakyat,” celotehnya dengan sedikit malu, Senin (1/4/2019).

Banyak faktor yang mendorong seorang caleg mendatangi orang pintar spritiual tersebut. Menurut sumber tadi, ada yang memang inisiatif sendiri, diajak pendukung, hingga didatangi orang dukun tersebut.

“Nah kaya saya, jujur diajak pendukung. Biasanya pendukung memberikan gambaran dukun mana saja yang dianggap jago,” papar lelaki yang berangkat dari partai berbasis religius ini.

Diakuinya, saat ada ajakan seperti itu sebetulnya dia di rundung dilema. Tidak ikut, khawatir mengecewakan pendukungnya. Tapi kalau mendatangi dukun itu, hati kecil menolaknya.

“Kita ini (caleg) sudah sibuk dengan sosialisasi. Belum menyiapkan ini-itu, kaya atribut dan tentunya dana. Tapi, ya gimana lagi. Sesekali terpaksa ikut juga, walaupun sekarang datang ke dukun itu rata-rata tarifnya Rp5 juta. Kita dapat doa lewat air, jimat atau susuk,” ungkapnya.

Caleg lainnya di kawasan Sukabumi Utara kini sudah mengaku antiklimaks. Dia sudah lelah dengan panjangnya waktu sosialisasi. “Selama mencalonkan, pola hidup berubah. Ya gimana lagi ini politik,” ujarnya.

Namun caleg ini terkesan malu ketika ditanya pernah mendatangi dukun. Tapi, tak menampik pernah diajak kenalannya untuk meminta bantuan makhluk gaib. “Kalau saya sih serahkan ke Allah SWT. Ada sih yang ngajak tapi saya tolak halus,” cetusnya.

Pallu Mara Haruan Ala Hetifah dan Patin Kukus Ala Chamsiar

Pallu Mara Haruan Ala Hetifah dan Patin Kukus Ala Chamsiar Radar Aktual

Jelang pemilihan legislatif (pileg) 2019, para politikus perempuan Partai Golkar disibukkan dengan sosialisasi di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Tak terkecuali, Hetifah yang menjadi caleg DPR RI dapil Kalimantan Timur (Kaltim) nomor urut 1 dan Chamsiar, caleg DPRD DKI Jakarta dapil Jakarta Timur (Jaktim) V nomor urut 5.

Namun, di tengah kepadatan jadwal, mereka selalu menyempatkan diri memasak untuk keluarganya. Jadi menarik, karena lauk pilihannya adalah ikan, yang butuh kesegaran dan terbilang lebih rumit untuk diolah. Hetifah memilih ikan Haruan sebagai bahan dasarnya, sedangkan Uni Ikam – panggilan akrab Chamsiar memilih Patin.

“Saya sering memasak masakan berbahan dasar ikan Haruan, karena berasal dari Mahakam, sungai besar yang membelah 10 kabupaten/ kota di dapil saya Kaltim. Saya akan memasak Palumara, tapi dengan bumbu-bumbu khas Kutai.” ujar Ketua Umum PP KPPG ini. Ikan Haruan ini di daerah lain disebut Ikan Baung atau Ikan Gabus.

Ikan Haruan sendiri di pulau Kalimantan biasanya disajikan Masak Habang, berbumbu merah dengan rasanya yang pedas atau Betanak, kaya santan kelapa dengan rasanya yang gurih. Sedangkan Pallumara ini selain peda juga cukup menonjol rasa asamnya. Rasa asamnya berasal dari 2 bahan tambahan berupa belimbing dan tomat.

“Selain rasa asam yang dihasilkan tomat hijau dan belimbing sayur hasil panen kebun sendiri sebagai pengganti asam Jawa, saya juga mencampurkan cabai rawit untuk menimbulkan rasa pedas, sekedar untuk membangkitkan selera makan,” ucap Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini. Hetifah mengaku, suami dan anak-anaknya sangat menyukai masakannya ini.

Sementara Uni Ikam memilih memasak Patin Kukus di dapur Resto Munik yang menyajikan beragam makanan tradisional nusantara di bilangan Matraman.

“Ikan patin itu selain enak juga banyak manfaatnya. Buat kita yang gaya hidupnya kurang sehat, Ikan patin bisa bantu cegah penyakit jantung dan kolesterol. Manfaat lainnya juga banyak loh!” tutur aktivis perempuan Pemuda Panca Marga ini.

Wasekjen Kowani ini dengan cekatan menyiapkan bumbu-bumbu untuk disiramkan di atas ikan Patin. “Bumbu-bumbunya banyak. Mulai bawang merah, bawang putih, bawang bombai, daun bawang, cabe rawit, cabe merah dan terpenting yang membuat aromanya bikin nafsu makan adalah tauco. Sedap!” ucap Uni Ikam. Proses memasak dengan mengkukus juga tak banyak makan waktu.

Hidangan Pallumara Haruan ala Hetifah dan Patin Kukus ala Chamsiar membuktikan, politisi perempuan Partai Golkar tak hanya hebat dalam lobi dan wawasan politik tapi juga piawai menyajikan hidangan bagi keluarganya. Tak hanya sosialisasi diri ke masyarakat namun juga mengurus keluarga dengan hidangan sehat bergizi. Layak bila mereka berdua dijuluki Chef!

Ketika Gubernur Bengkulu Bergoyang Yo Botoi-Botoi

Ketika Gubernur Bengkulu Bergoyang Yo Botoi-Botoi Radar Aktual

Masyarakat provinsi Bengkulu meramaikan jalan sehat dalam launching logo dan maskot pekan olahraga wilayah (PORWIL) X se-Sumatera, di persada Bung Karno, kelurahan Anggut Atas Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu, Jumat (22/3/2019).

Usai menggelar jalan sehat yang dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga (Mepora) Imam Nahrawi itu, ribuan masyarakat mengikuti senam kreasi Yo Botoi-Botoi, yang diinisiasi gerakan muslimah bersyar’i (GMB) Indonesia dan dewan pimpinan wilayah (DPW) Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Bengkulu.

Dari pantauan di lapangan, antusias ribuan masyarakat yang mengikuti jalan sehat dan senam kreasi Yo Botoi-Botoi itu tidak hanya diikuti kaum emak-emak. Namun, generasi milenial pun tidak mau ketinggalan dalam rangkaian acara yang dihelat tersebut.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah beserta jajaran pun ikut serta dalam senam kreasi Yo Botoi-Botoi yang dipimpin langsung instruktur diatas panggung utama. Di mana, Rohidin dengan lincahnya mengikuti secara perlahan gerakan senam kreasi Yo Botoi-Botoi.

Ketua GMB Indonesia, Alisya Fianne Janne mengatakan, senam kreasi Yo Botoi-Botoi merupakan senam kreasi buah karya kaum ibu bangsa dari Bengkulu dengan iringan lagu daerah Bengkulu, Yo Botoi-Botoi. ”Senam kreasi Yo Botoi-Botoi, tidak lain untuk mengangkat budaya Bengkulu ke kancah nasional,” kata Alisya.

GMB Indonesia dan IPEMI Bengkulu, terang Alisya, telah mengaudisi beberapa group senam kreasi Yo Botoi-Botoi di sejumlah kabupaten/kota di Bengkulu. Audisi tersebut untuk mencari group terbaik senam kreasi Yo Botoi-Botoi perwakilan dari setiap wilayah di Bengkulu.

Senam kreasi Yo Botoi-Botoi, lanjut Alisya, dapat ‘dijual’ hingga ke kancah nasional maupun internasional. Dengan berbagai cara. Seperti, mengikuti berbagai perlombaan di tingkat nasional serta mempromosikan senam kreasi Yo Botoi-Botoi melalui platform media sosial.

”Senam kreasi Yo Botoi-Botoi merupakan salah satu bentuk dukungan GMB Indonesia dan IPEMI Bengkulu, dalam menyambut #visitwonderfullBengkulu2020,” pungkas Calon Anggota DPR RI Dapil Bengkulu Nomor Urut 3.

Sebagaimana di ketahui, PORWIL X se-Sumatera akan diselenggarakan di Bengkulu, pada 3-9 November 2019. Terkait hajatan besar tersebut, Menpora Imam Nahrawi melaunching logo dan maskot PORWI, pada Jumat (22/3/2019).

Maskot yang dilaunching berupa fauna asli Bengkulu, beruang madu. Hal tersebut guna mengangkat kearifan lokal di tanah Bumi Rafflesia. ‘Dang Du’, merupakan salah satu fauna endemik di Bengkulu.

Simak! 10 Fakta Menarik Tentang Korea Utara

Siapa yang tidak kenal dengan negara Korea Utara? Salah satu negara yang terkenal akan kebijakannya yang terbilang ‘kejam’ dibandingkan dengan negara lain ini memang selalu menarik perhatian. Kehidupan di Korea Utara tidak mudah dilihat dan terekspos keluar, menjadikan negara ini sebagai salah satu negara yang sangat tertutup. Sehingga tidak membiarkan informasi lain bocor keluar atau pun sebaliknya.

Korea Utara merupakan negara yang terletak di Asia Timur, yang memiliki ibukota bernama Pyongyang dan berseberangan dengan Korea Selatan. Negara ini memang terkenal memiliki peraturan yang nyeleneh dan berbeda jauh dengan negara lainnya. Salah satu negara dengan penganut paham komunis ini, memiliki banyak keunikan yang juga fakta-fakta yang mungkin jarang Anda temui.

Berikut ini deretan Fakta Korea Utara yang menarik dan mencengangkan:

1. Tidak Merayakan Natal

Korea Utara merupakan salah satu negara yang tidak merayakan Natal atau perayaan Christmas. Karena negara ini masuk ke dalam paham Komunis yang tidak merayakan berbagai hari agama. Sebagai gantinya, dia memperingati hari kelahiran ibu Presiden Kim Jong-Il pada tanggal 24 Desember setiap tahunnya.

2. Menyembah Kim Jong-Il

Negara ini masuk ke dalam salah satu penganut komunis, namun Korea Utara secara resmi menyembah Kim Jong-il, pemimpin de facto Korea Utara. Pemimpin resmi adalah masih ayahnya Kim il-sung yang meninggal pada tahun 1994. Menurut cerita penduduk Korea sendiri bahwa Kim Il Sung lahir di Gunung Paektu seperti Dewa mistis. Karena berdasarkan cerita masyarakat Korea Utara, bahwa gunung tersebut masuk ke dalam gunung keramat yang sangat penting dalam menjaga Korea Utara. Namun laporan Rusia memperlihatkan bahwa Kim Il Sung sebenarnya lahir di Siberia.

3. Padat Penduduk

Pada bulan Juli 2010, penduduk Korea Utara berjumlah 22 juta menjadikan Korea Utara sebagai negara berpenduduk terbanyak kelima di dunia. Amerika adalah negara berpenduduk terbanyak ketiga dan juga China merupakan penduduk terbanyak pertama yang ada dengan jumlah 1 miliar. Tentu saja hal ini cukup mencengangkan, mengingat negara kota Korea Utara sendiri masuk ke dalam negara yang cukup kecil dan tertutup akan informasi kependudukannya. Selain itu banyak informasi yang mengatakan memang Korea Utara tidak melakukan pengontrolan kelahiran.

4. Bendera Korea Utara

Informasi selanjutnya yang harus Anda ketahui mengenai bendera Korea Utara. Bendera ini telah digunakan pada tahun 1948 dan bergambar bintang merah di dalam pita merah besar dan 2 pita putih dan biru yang lebih tipis di atas dan di bawahnya. Bintang merah ini melambangkan sosialisme, sedangkan pita merah menimbulkan revolusi untuk pita putih dan memberikan arti kesucian, kekuatan, serta gengsi. Untuk pita biru melambangkan kedaulatan, kedamaian, serta persahabatan. Bendera Korea Utara termasuk salah satu bendera yang berkibar di setiap sudut di negaranya. Sehingga Anda sangat mudah melihat bendera Korea Utara dikibarkan di seluruh negara tersebut.

5. Strata Sosial

Korea Utara memang terkenal dengan negara lain yang termasuk salah satunya mengenai teori masyarakat sosialis yang egaliter. Korea Utara membagi penduduk menjadi tiga kelas sosial yakni kelas royal atau orang teratas, yaitu keluarga dari pahlawan Perang. Kelompok biasa dan juga kelompok tidak loyal yaitu mereka yang memihak Jepang sebelum perang dunia ke-2 atau anggota keluarganya melarikan diri dari Korea Utara. Perang dengan kelompok tidak loyal dipaksa bekerja di pertambangan atau pertanian. Sehingga mereka akan memberikan penghasilan kepada Negara. Meskipun sudah tersiksa namun banyak masyarakat korea Utara yang kabur dan melarikan diri ke negera lain dan yang terdekat Korea Selatan.

6. Mata uang Korea Utara

Informasi selanjutnya yang harus Anda ketahui, mata uang dari Korea Utara adalah Won dari Yuan Cina dan Yen Jepang. Hal ini digunakan dalam usaha mengontrol pasar swasta. Pada tahun 2009 Korea Utara menilai ulang uang dengan uang kertas seribuan menjadi uang kertas 10 Won, dan membatasi ketat jumlah mata uang lama yang akan digunakan. Gerakan ini ternyata efektif untuk merusak banyak rekening tabungan orang. Namun di sisi lain Korea Utara juga mencoba untuk menyeimbangkan keuangan yang mereka miliki. Korea Utara juga memiliki sumber daya yang cukup banyak.

7. Tidak Bisa Selfie

Jika Anda sedang berkunjung ke Korea Utara, Maka jangan harap Anda bisa bersua foto dengan santai atau memfoto berbagai area dengan menggunakan kamera video. Sebab jika Anda ketahuan mengambil foto tanpa izin dari pihak yang bersangkutan, maka Anda akan dijatuhi dengan hukuman yang cukup berat dari Korea Utara sendiri.

Korea Utara termasuk salah satu negara yang tidak sembarangan membiarkan negaranya terekspos di dunia luar. Sehingga mereka yang datang berkunjung ke Korea Utara dilarang untuk mengambil foto dan juga mengambil video. Terutama mengabadikan berbagai kegiatan masyarakat Korea atau pemerintahnya.

8. Terowongan Rahasia

Informasi yang jarang diketahui selanjutnya adalah Korea Utara tercatat pernah membuat terowongan untuk memata-matai Korea Selatan pada tahun 2014 lalu. Bagaimana cara membuat terowongan yang kabarnya dapat menembus hingga Korea Selatan dan perbuatannya ini diketahui oleh pihak Korea Selatan. Namun Korea Utara beralasan bahwa penggalian terowongan tersebut dilakukan untuk mencari batu bara. Di sisi lain terowongan ini sering kali dimanfaatkan untuk masyarakat Korea Utara yang nekat untuk kabur dan berpindah ke negara Korea Selatan. Alasan umumnya tentu saja mereka tidak dapat hidup di negara yang tertutup dan dibatasi sangat ketat.

9. Model Rambut

Jika Anda tinggal di Korea Utara, maka tidak boleh bebas mengganti rambut sesuai seperti yang ada di Indonesia. Anda hanya bisa memilih satu dari 28 model rambut yang ada dan yang disediakan. Umumnya model rambut yang banyak diberikan seperti halnya bentuk model rambut presiden mereka yaitu Kim Jong Un. Di sisi lain para pemangkas rambut juga tidak boleh sembarangan membentuk atau membuat model terbaru untuk masyarakat.

10. Kejam dan Mengerikan

Informasi terakhir yang harus kamu ketahui adalah warga Korea Utara yang kabur ke Korea Selatan, akan disebut sebagai penghianat. Negara di mana warga tersebut akan menggambarkan kehidupan penjara pemerkosaan kerja paksa, pembunuhan bayi, dan percobaan medis yang sering terjadi pada manusia. Selain itu meskipun Korea Utara memiliki banyak sumber daya mineral, namun Korea Utara juga memiliki senjata nuklir yang dianggap sebagai salah satu negara nuklir yang paling ditakuti di dunia. Hal ini menjadikan mereka memimpin masyarakat atau rakyat mereka dalam sistem otoriter sehingga banyak warga Korea Utara merasa hidup dalam ketakutan dan tidak merasa bebas. [detik]

Kaya Nutrisi, Ini Manfaat Penting Ikan Bandeng Untuk Tubuh

Ikan bandeng menjadi salab satu jenis ikan yang banyak dikonsumsi. Ikan bandeng mengandung berbagai nutrisi penting yang sudah tidak perlu diragukan lagi. Lalu, apa saja manfaat makan ikan bandeng untuk kesehatan tubuh.

Ikan bandeng mentah mengandung 20 gram protein. Bukan hanya itu, dalam 100 gram ikan bandeng juga terdapat lemak sebanyak 4,8 gram serta energi sekitar 123 kalori. Ikan bandeng juga kaya vitamin dan nutrisi lain seperti kalsium, zat besi, karbohidrat, fosfor dan berbagai nutrisi lainnya.

Kebanyakan ikan bandeng biasanya diolah dengan cara presto, yang membuat penikmatnya bisa memakan seluruh bagian tubuh ikan. Tak terkecuali tulang yang turut menjadi empuk sehingga bisa dimakan bersama daging ikan.

Mengutip dari laman CNN Indonesia, Profesor Ahmad Sulaeman, seorang ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), menuturkan bahwa ikan bandeng memiliki nutrisi yang luar biasa termasuk kandungan proteinnya.

Menurutnya, ini berkat proses pemasakan ikan bandeng melalui presto, yang memungkinkan seluruh bagian badan ikan bisa ikut termakan kecuali perut dan insang yang sudah dibuang sebelumnya.

Seperti yang mungkin sudah Anda tahu, tulang di dalam ikan bandeng kaya akan kalsium yang baik untuk menunjang fungsi tulang dan gigi.

Manfaat makan ikan bandeng lainnya untuk kesehatan tubuh adalah dilihat dari kandungan gizi, seperti vitamin A, B, dan C, yakni penting untuk menjaga fungsi penglihatan dan kekebalan tubuh [timesindonesia]

Bisnis Tanaman Hias Kokedama, Mahasiswa UMG Ini Raup Puluhan Juta

Mahasiswa Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Chusnan Muslikhin, menjadi sosok mahasiswa yang menginspirasi. Ia sukses kuliah sambil menjalankan bisnis tanaman hias dengan menggunakan teknik Kokedama.

“Bisnis ini berawal dari matakuliah di kampus UMG, yakni Teknologi Tanaman Hias dan Kewirausahaan, yang kemudian Saya implementasikan,” ucapnya menceritakan kisah awal perjalanan bisnisnya, Rabu, (13/2/2019).

Lantas, apa itu Kokedama. Mahasiswa asal Lamongan ini membeberkan, secara terminologi, Kokedama terdiri dari kata “koke” yang berarti lumut dan “dama” yang berarti bola.

“Jadi Kokedama biasa disebut bola lumut, atau dalam artian yang lebih luas yaitu tanah yang dibentuk seperti bola dan dibungkus dengan lumut,” ujar Ucik sapaan karib Chusnan Muslikhin.

Menurutnya, nama Kokedama yang cenderung berkiblat ke bahasa Jepang ini, dikarenakan ide tersebut pertama kali muncul di Jepang. “Ini kombinasi antara bonsai tipe Nearai dan Kusamono,” tuturnya.

Ia menguraikan, bonsai tipe Nearai adalah miniatur pohon yang dilepaskan dari wadahnya dan di-display pada tembikar atau potongan kayu. Sementara bonsai tipe Kusamono merupakan bonsai dengan peletakan rumput liar dan bunga pada pot atau wadah yang unik.

“Dan ternyata, Kokedama ini juga merupakan estetika dari Wabi-sabi, yang merepresentasikan pemandangan Jepang di dunia,” ucap Ucik.

Lebih lanjut Ucik menjelaskan, fungsi dari Kokedama adalah sebagai media tumbuh untuk tanaman hias. “Kokedama bisa diaplikasikan pada berbagai jenis tanaman herba, tanaman semusim atau menahun, rumput, paku, bahkan umbi,” ucapnya.

Namun, kata Ucik, pada umumnya Kokedama diaplikasikan pada tanaman yang memiliki ukuran kecil dan biasa diletakkan di dalam ruangan agar lebih mudah dalam perawatan dan tidak akan tumbuh besar dengan cepat.

Lebih jauh, Ucik mengaku, dalam mengembangkan bisnis ini tidak membutuhkan tempat yan luas, Ia hanya cukup memanfaatkan halaman rumahnya untuk membuat tanaman hias melalui teknik Kokedama.

“Alhamdulillah karya saya bisa diterima oleh konsumen,” ujarnya.

Praktis, Ia bisa survive mengenyam pendidikan tinggi. Bahkan, Ucik tak lagi bergantung orang tua untuk membiayai pendidikannya.

“Sudah berjalan 4 bulan dan omzetnya setiap bulan trendnya positif, instansi pemerintah, kampus dan pecinta tanaman hias menjadi konsumen Saya,” katanya.

Mahasiswa Agroteknologi UMG ini, mengaku, memasarkan Kokedama lewat sosial media (sosmed). “InsyaAlloh jika ada modal lagi akan saya kembangkan bisnis yang menjanjikan ini,” ujar Ucik sambil tersenyum. [timesindonesia]

Sesat Pikir Toleransi

Sesat Pikir Toleransi Radar Aktual

Gorengan isu intoleransi saat ini sungguh sudah sangat mengkhawatirkan. Dalam sebuah acara bincang-bincang di Metro TV, ditampilkan peneliti sebuah pusat kajian, salah satu kampus yang kental warna “liberalnya”. Sayangnya kampus itu berlabel kampus Islam.

Informasi yang saya dapatkan, dikatakan, dalam temuan penelitian, sekira 80% sekian, guru-guru muslim percaya bahwa Islam adalah solusi bagi segala permasalahan. Bagi peneliti, ini parah. Kenapa? Menjadi tanda munculnya bibit intoleransi dan radikalisme agama.

Dalam tayangan itu, juga dihadirkan salah satu Komisoner Komisi Perlindungan Anak (KPAI), Retno Listyarti, yang dimintai komentarnya tentang banyaknya guru yang intoleran. Diceritakan bahwa guru-guru intoleran memang masih ditemukan. Seperti laporan yang diterimanya.

Dikatakan, salah satu sekolah Islam di Depok dilaporkan telah mengajarkan benih-benih intoleransi. Buktinya apa? Dalam sebuah acara teater sekolah, ditampilkan tokoh yang membawa pedang-pedangan, juga katanya banyak ucapan-ucapan jihad dan musuh Islam. Menurutnya, itu bukti memang intoleransi masih ada.

Dalam hati kecil saya berontak. Kalau seorang muslim percaya Islam sebagai solusi beragam permasalahan, kalau jihad dan musuh Islam dikenalkan sejak dini dipermasalahkan, kalau pedang-pedangan bisa dijadikan tanda intoleran jika digunakan sebagai media pembelajaran, sungguh sangat kacau sekali pemahaman orang tentang intoleransi. Betapa sesat pikirnya pemahaman demikian.

Saya tentu saja dalam posisi mendukung misalnya ada imbauan guru harus toleran. Dan memang demikianlah seharusnya. Tapi, ketika parameter-parameter toleran atau intoleran dipaksakan sedemikian rupa sesuai dengan kemauan kelompok atau pihak-pihak tertentu tanpa ada dialog sebelumnya, maka alih-alih munculnya guru toleran, yang ada kemudian malah kecurigaan dan debat yang tidak perlu. Termasuk, tudingan-tudingan guru atau sekolah tertentu yang intoleran dalam pandangan subjektifnya, akan memunculkan permasalahan baru.

Memang, temuan penelitian, betapapun kacau desain riset dan kesimpulannya, tetap perlu menjadi bahan dialog. Tapi tak tak perlu memaksakan setiap orang untuk percaya begitu saja hasil penelitiannya. Kalau mereka memaksakan diri dan merasa diri telah melakukan kegiatan ilmiah dan merasa pasti benar temuannya, maka saya kira ini juga sebenar-benar bibit intoleransi dalam bentuk lain.

Contohnya begini, untuk menandai guru itu toleran atau tidak, dalam penelitian tersebut diberikan pertanyaan, apakah bersedia non muslim mendirikan tempat ibadah di lingkungan tempat tinggal Anda? Kalau jawaban tidak, maka guru itu diklaim intoleran. Jelas, pertanyaan demikian sangat tendensius dan desain risetnya memang sejak awal sudah “Tidak adil dalam pikiran”.

Bayangkan begini, misalnya dalam perumahan atau perkampungan. Ada 100 KK. 90 KK muslim dan 10 KK non muslim. Ketika misalnya yang 10 KK itu berkeingian mendirikan tempat ibadah dilingkungan tersebut dan ada penolakan, maka intoleransi begitu mudah disematkan.

Tapi, bayangkan misalnya di perumahan atau perkampungan non muslim. 90 KK non muslim,10 KK muslim, dan mereka ingin mendirikan masjid atau mushola, apakah peneliti berani bilang yang 90 KK itu intoleran? Mungkin yang muncul malah petuah-petuah bijak, muslim harus tahu diri dan tak boleh memaksakan kehendaknya sendiri.

Begitulah. Jadi saya kira, propaganda-propaganda tentang intoleransi ini perlu kita baca dengan kritis. Termasuk, juga kepentingan-kepentingan politik yang mengikutinya. Terakhir, saya kira pemahaman tentang intoleransi yang konyol, serampangan dan salah kaprah ini harus tegas kita tolak karena terbukti menyesatkan publik.

Yons Achmad
(Kolumnis. Tinggal di Depok)

Konsumsi Minuman Energi, 56 Anak SMP Nekat Sayat Tangan Sendiri

Konsumsi Minuman Energi, 56 Anak SMP Nekat Sayat Tangan Sendiri Radar Aktual

Sebanyak 56 anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Pekanbaru, nekat sayat tangan sendiri. Dari hasil tes urine yang dilakukan, mereka positif mengonsumsi minuman yang mengandung zat Benzo.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala BNN Kota Pekanbaru, AKBP Sukito. Ia menyebut, terungkapnya peristiwa itu bermula ketika, pihaknya menjadi pembina upacara di sekolah tersebut minggu lalu.

“Kita lagi ada kegiatan di sekolah, jadi pembina upacara. Tiba-tiba kepala sekolahnya menyampaikan ada semacam kecurigaan terhadap muridnya, kenapa kok muridnya banyak yang menyayat tangannya itu. Itu ada bekas luka garis gitulah pakai kaca,” ungkapnya, Jumat (28/9/2018).

Awalnya, kepala sekolah mengira kalau muridnya tersebut mengonsumsi narkoba. Menanggapi kekhawatiran itu, BNN kemudian melakukan assessment. “Setelah itu kita turun ke sana, kita lakukan assessment. Setelah diinterogasi mereka enggak narkoba. Setelah telusuri mereka menyebutkan minuman itu (Torpedo),” katanya.

Dari hasil penelusuran pula, diketahui kalau sebagian besar murid di sekolah tersebut mengonsumsi minuman dengan kemasan warna oranye yang harganya hanya Rp 1.000.

“Kami tanya, kamu berapa kali, ada yang bilang tiga sampai empat kali. Rasanya segar, cuma kalau enggak minum ada kurang, ketagihan. Pengakuan murid itu,” bebernya.

Dari pengakuan para murid tersebut, akhirnya BNN melakukan tes urine ke para murid di sekolah itu. “Assessment kita ada 56 orang. Tapi yang minum sebagian besar. Setelah lakukan pengecekan dengan alat, ternyata mereka yang mengonsumsi lebih dari dua ada indikasi positif benzo (zat anastesi atau bius) tidak terasa sakit. Makanya disayat tangannya tidak terasa sakit,” kata dia.

Minuman itu ternyata dijual bebas di sekolah. Bahkan, minuman itu mudah didapatkan di tiap warung internet (warnet).

Sementara, menurut pengakuan para bocah, mereka nekat menyakiti diri sendiri setelah menonton sebuah video
di YouTube. “Tujuan menyayat karena melihat YouTube. Dicoba mungkin karena konsumsi itu rasa sakitnya kurang,” ujarnya.

BNN Pekanbaru pun sudah mengecek produk tersebut. Memang dari hasil penglihatan kalau minuman itu tidak diperuntukkan bagi wanita hamil, ibu menyusui, dan anak-anak. “Tapi kenyataannya kok dijual bebas dekat anak sekolah. Berarti dari pihak ini tidak ada pengawasan dan pendistribusiannya jangan di sekolah kalau memang ada anjurannya,” katanya.

Maka dari itu, untuk memastikan adanya kandungan zat Benzo pada minuman tersebut, BNN telah mengirim sampel ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru.

“Secara pasti sedang uji lab di BPOM. Sudah beberapa hari lalu. Kira-kira reaksi seperti itu dan kandungan membahayakan apa tidak. Kalau bahaya itu kewenangan BPOM,” pungkasnya.

KRL Bekasi Heboh, Ada Wanita BAB Dalam Gerbong

KRL Bekasi Heboh, Ada Wanita BAB Dalam Gerbong Radar Aktual

Penumpang KRL Bekasi gerbong khusus wanita heboh saat kereta singgah di Stasiun Jatinegara. Penyebabnya, ada salah satu penumpang wanita buang air besar (BAB) di bangku kereta, Kamis (27/9) malam.

“Tolong @CommuterLine ini ada yang BAB di kereta terus orangnya kabur. Posisi kereta di Jatinegara nomor kereta 1428 gerbong 10. Ini segerbong udah enggak tahan sama baunya @krlmania,” cuit akun twitter @catterpink.

Dia menuturkan, penumpang wanita yang lain coba menyiram air ke asal bau tersebut. Namun baunya tetap memenuhi gerbong tersebut. Dia menduga pelaku BAB tersebut sudah tak tahan karena kereta sempat tertahan di Stasiun Juanda dan kabur saat di Stasiun Manggarai.

“Ya jd keretanya emang ketahan mayan lama gt dari mulai Juanda. Mungkin dia udah gatahan bgt. Jadinya segerbong buka jendela. Sebagian penumpang pindah ke gerbong lain. Bangku kejadian kosong tak terisi. Petugas jg udah info ke tim nya untuk ditangani,” jelas dia.

Menanggapi aduan penumpang tersebut, petugas langsung membersihkan gerbong tersebut.

“Selamat pagi. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Ibu alami, dapat kami sampaikan perihal adanya kotoran di dalam rangkaian KRL tersebut telah di tindaklanjut oleh Unit terkait,” jawab Info Commuter Line @CommuterLine.