News  

Harga Pupuk Melambung Tinggi, Rizal Ramli Sentil Jokowi: Bolak-Balik Ke Sawah Hanya Untuk Selfie

Ekonom Senior, Rizal Ramli (RR) mengaku heran dengan rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal tersebut menyusul kabar harga pupuk non subsidi mengalami kenaikan 100 persen. Kenaikan yang dimulai sejak pekan pertama bulan Januari 2022 tersebut ditemukan oleh Serikat Petani Indonesia (SPI).

Dampak paling nyata dari kenaikan ini adalah mengoreksi pendapatan para petani di Indonesia, termasuk mengurangi nilai tukar petani.

RR lantas heran dengan Jokowi, sebab selama ini presiden selalu mengklaim pro terhadap petani. Faktanya, petani terus merugi di rezim Jokowi.

Menteri Koordinator Perekonomian era Gus Dur ini pun menyinggung aktivitas Jokowi yang berkali-kali ke sawah untuk sekedar selfie. Meski kerap datang ke lahan pertanian, nyatanya kebijakan selama rezim ini, Jokowi terkesan mempersulit kehidupan petani.

“Petani malah merugi klo nanam padi Gitu kok ngaku pro petani ? Bolak-balik ke sawah hanya untuk selfie,” ujarnya melalui akun Twitter pribadi @RamliRizal dilansir Kamis, 13 Januari 2022.

“kebijakannya kok bikin susah petani ! Inilah klo pemimpin modalnya pencitraan,” sambungnya menyindir Jokowi.

Lebih jauh, RR lantas merinci kenaikan yang terjadi hingga mencapai Rp 560.000 per sak. “Awal Tahun Naik 100%, Harga Pupuk Urea Kini Capai Rp560.000 Per Sak,” pungkasnya.

Sebagai informasi, tren kenaikan harga pupuk non-subsidi itu sudah berlangsung sejak Oktober 2021. Konsekuensinya, nilai tukar petani atau NTP untuk tahun 2021 masih berada di bawah standar impas.

Harga pupuk non-subsidi yang pada 2020 akhir hanya Rp265.000-Rp280.000 per sak isi 50 kilogram (kg) pupuk Urea, tapi bulan Oktober hingga November 2021, harga pupuk itu mengalami kenaikan menjadi Rp380.000.

Kenaikan harga itu berlanjut pada Desember 2021 mencapai Rp480.000 hingga Rp500.000. Bahkan di luar Jawa tembus Rp600.000. {PR}