News  

Peringatan 49 Tahun Malari, Rizal Ramli: Demokrasi Dipreteli Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memiliki latar belakang bukan aktivis dinilai tidak ikut andil dalam memperjuangkan demokrasi saat rezim otoriter Soeharto berkuasa.

Sialnya, ketika mantan Walikota Solo itu berkuasa karena hadirnya demokrasi, justru dia cenderung mendegradasi demokrasi bukan justru mempertahankan apalagi memperbaiki demokrasi di Tanah Air.

Demikian disampaikan Ekonom Senior Dr Rizal Ramli dalam sambutannya di acara perintatan 49 tahun Malari, di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat pada Senin (16/1).

Bagi mantan Menko Ekuin era Presiden Gus Dur ini, Jokowi tidak pernah berjuang untuk demokrasi.

“Seumur hidup dia cuma nyari duit doang gituloh. Karena demokrasi dia punya kesempatan jadi presiden. Tapi begitu berkuasa demokrasi dipreteli. Indeks Demokrasi turun 30 poin lebih,” sesal RR, sapaan akrab Rizal Ramli.

Mantan Kepala Bulog ini menyebutkan bahwa lembaga-lembaga penguat demokrasi seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilemahkan hingga fungsi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hanya jadi tukang stampel kebijakan pemerintah semata.

“KPK zaman Gus Dur kita mulai UU-nya jadi zaman Mega, dia (Jokowi) preteli. Hukum dipreteli, DPR dibikin kayak taman kanak-kanak (TK) semua manut doang,” cetusnya.

“Ini waktunya kita lakukan sesuatu,” demikian RR.(Sumber)