News  

Umar Kei Pecahkan Rekor Anak Terbanyak Gen Halilintar, 24 Anak Dari 3 Istri

Keluarga Umar Kei pecahkan rekor anak terbanyak keluarga Halilintar.

Keluarga Halilintar mempunyai 11 anak, tapi Umar memunyai 24 anak dari tiga istri.

Umar Kei adalah Ketua Front Pemuda Muslim Maluku tahun 2019.

Namun Umar Kei ditangkap oleh Polda Metro Jaya karena kedapatan mengonsumsi narkoba.

Kini Umar Kei sedang mengirup udara segar.

Ia pun curi perhatian lantaran jumlah anaknya yang pecahkan rekor keluarga Atta Halilintar.

Meski punya istri tiga, Umar Kei mengaku wajib berlaku adil.

Umar Kei beserta anak-anaknya di kediamannya, Senin (17/8/2020)
Umar Kei beserta anak-anaknya di kediamannya, Senin (17/8/2020) (TribunJakarta)

Umar Kei memiliki cluster rumah keluarganya yang terdapat masjid, aula, lapangan bulutangkis dan kolam renang.

Pria asal Maluku Utara itu hidup harmonis bersama keluarga besarnya di sebuah klaster mewah.

Umar memutuskan untuk poligami karena istri pertamanya tak kunjung hamil setelah tujuh tahun menikah.

Ia pun mendapatkan izin dari istrinya untuk menikah lagi.

Istri pertama bahkan rela menjadi wali dan saksi pernikahan Umar Kei dengan istri keduanya.

“Istri yang tua mengatakan silakan, tapi yakinkan bahwa suatu saat saya pasti punya anak,” kata Umar Kei dalam tayangan Insert Investigasi, Sabtu (17/8).

“Alhamdulillah saat itu saya dapat perempuan dan istri saya jadi saksi bahkan jadi wali saat menikah dengan istri nomor dua,” kata dia.

Saat anak pertama dari istri kedua lahir, istri pertama turut mengasuhnya.

Setelah anak itu berusia tiga bulan, istri pertama akhirnya hamil.

“Dari situ, rentetan terus, jalan terus (anak terus bertambah),” ungkapnya.

Umar Kei belum lama ini dikaruniai anak ke-24 dari istri ketiga.

Kelahiran sang buah hati lantas menjadi kebahagiaan yang luar biasa untuk Umar Kei dan istri-istrinya.

Meski poligami, Umar Kei dianggap mampu bersikap adil oleh para istri.

Mereka menyebut Umar Kei tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang dan waktu untuk ketiga istri dan anak-anaknya.

“Sama sih, istri pertama atau kedua, bapak ngelakuinnya nggak beda, adil, waktu kebersamaan sama anak-anak dan istri,” ucap istri kedua.

“Pak Umar ini adil. Jadi, kita belajar ikhlas. Ya sudah anggap aja kita semua ini saudara, mau ributin apa lagi? karena semuanya sama,” tutup Berlian, istri ketiga.

Umar Kei disambut ratusan pemuda saat bebas

Ratusan pemuda dari beberapa Ormas di Jakarta menjemput Umar Ohoitenan alias Umar Kei, yang baru saja bebas dari Lapas Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur, Senin (17/10/2022).

Pengacara Tokoh Pemuda Maluku Abdul Fatah Pasolo menjelaskan bahwa kliennya bebas setelah mendapat remisi, sebagaimana tercatat dalam Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No: PAS-1421.PK.05.09 Tahun 2022 tanggal 13 September 2022.

“Alhamdulillah, klien kami bebas bersyarat pada hari ini, Senin tanggal 17 Oktober setelah menjalani dua per tiga masa pidana,” kata Abdul Fatah Pasolo, Senin.

Menurut Abdul Fatah, kliennya dikenal menaati seluruh peraturan saat menjalani masa tahanan.

Atas dasar itulah mengapa Umar Kei dibebaskan bersyarat.

Seusai menghirup udara bebas, Umar berencana untuk mengadakan acara Maulid Nabi di Masjid Ar-Romlah, Jatiwaringin.

Dalam acara tersebut, lanjut Abdul Fatah, kliennya akan mengundang sejumlah tokoh terkenal mulai dari Ketua MUI Jawa Barat, Ketua NU Jawa Barat, Kapolres Jakarta Timur, dan pejabat dari wilayah Bekasi Kota.

“Di acara itu, klien kami juga akan turut menyantuni anak yatim dan berbagi dengan mereka,” kata Abdul Fatah.

Sebagai informasi, Umar Kei merupakan

Ketua Forum Pemuda Muslim Maluku (FPMM) yang terjerat kasus narkoba.

Ia ditangkap ketika menginap di Hotel Amaris, Senen, Jakarta Pusat, Senin, (12/8/2019) saat sedang mengonsumsi sabu.

Polisi turut mengamankan sabu seberat 2,91 gram.

Sabu itu terpisah dalam lima klip plastik bening dan memiliki total 2,91 gram.

Selain itu, polisi juga menemukan alat isap sabu.

Kemudian, polisi juga menyita sebuah senjata api jenis revolver serta enam buah butir peluru. Saat itu, Umar ditangkap bersama dengan tiga orang rekannya yakni AS, ST alias SK, dan PH alias E.

Umar Kei Tegas Soal Agama kepada Anak-Anaknya

Umar Kei tegas soal agama kepada seluruh anak-anaknya.

Ditemui di rumahnya di Pondok Gede saat perayaan ulang tahun ke-42, Umar Kei membicarakan sikapnya kepada para anak-anaknya.

Untuk diketahui, sewaktu kecil Umar Kei diasuh oleh orang tua angkat.

Namun ketika menginjak Sekolah Menengah Pertama (SMP) ia kembali ke orang tua kandungnya.

Untuk itu, Umar Kei selalu membesarkan ke-23 anaknya dengan sebaik mungkin.

Bahkan ia menegaskan kepada anak-anaknya untuk mengedepankan kepentingan keluarga.

Selain itu, Umar Kei juga tegas dalam persoalan ibadah, baik salat maupun mengaji.

Ketika anak-anaknya menunda waktu salat atau malas mengaji, ia tak segan-segan memberikan sanksi kepada mereka.

“Ngaji terlambat, salat tidak tepat waktu saya kasih sanksi ke mereka. Sanksi tidak kasih uang jajan atau kurung di toilet,” katanya kepada awak media, Senin (17/8/2020) malam.

Hal ini pun dibenarkan oleh anak-anak Umar Kei.

Bagi mereka sang ayah selalu tegas terutama berhubungan dengan agama.

“Ayah tegas kalau kita miliki kesalahan. Biasanya kalau ninggalin salat atau ngaji, ayah marah banget. Intinya kita diajari untuk disiplin ibadah,” ucap Ajeng, satu diantara Umar Kei.

Umar Kei di Mata anak-anaknya

Meski sempat tersandung kasus, sosok Umar Kei tetaplah baik di mata anak-anaknya.

Ajeng Dinda Savira Ohoitenan (16), satu diantara anak Umar Kei mengatakan ayahnya sebagai sosok motivator.

“Kalau buat aku sosok yang kuat. Jadi motivator buat kita semua. Ayah tidak mementingkan keluarganya saja tapi juga mementingkan orang-orang di luar yang kekurangan,” ungkapnya.

Ajeng menuturkan ayahnya kerap mengajaknya untuk berdiskusi dengan duduk bersama.

Selanjutnya membahas obrolan atau perbincangan dengan anak-anaknya.

“Alhamdulillahnya dekat, ayah bisa membagi waktu untik keluarga dan para tamunha. Ayah sering ngasih waktunya untuk berbincang di kolam renang ini,” lanjutnya.

Selain itu, Umar Kei kerap menasihati anak-anaknya untuk tidak bersikap sombong dan selalu rendah hati.

Baik atau buruknya pandangan orang tentang Umar Kei, seluruh anak-anaknya diminta untuk selalu bersikap baik.

“Seperti kemarin banyak ngomongin negatif soal ayah, tapi ayah selalu bilang ‘itu jangan dicontoh’. Jadi kita enggak percaya omongan orang dan cuek saja. Sebab kita tahu ayah, orang yang seperti apa,” tandas Ajeng.

(Sumber)