Waketum Partai Gelora Ditunjuk Duduki Kursi Komisaris Bank BTN

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) hari ini Rabu (26/3/2025) menghasilkan keputusan penting dengan merombak jajaran komisaris dan direksi.

Salah satu yang menarik adalah penunjukan Fahri Hamzah, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman di Kabinet Merah Putih, sebagai Komisaris Bank BTN.

Fahri lahir di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 10 November 1971. Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Karier politiknya dimulai sejak menjadi Staf Ahli Majelis Permusyawaratan Rakyat 1999-2002. Setelah itu, Fahri terpilih menjadi anggota DPR periode 2004-2009 dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.

Puncak karier Fahri adalah menjabat Wakil Ketua DPR periode 2014-2019. Per 21 Oktober 2024, Fahri dilantik sebagai Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta.

Selain penunjukan Fahri Hamzah, RUPST BTN juga menyetujui beberapa keputusan penting lainnya, antara lain:

Pengangkatan kembali Nixon L.P. Napitupulu sebagai Direktur Utama.

Penunjukan Suryo Utomo sebagai Komisaris Utama dan Dwi Ary Purnomo sebagai Wakil Komisaris Utama.

Pergantian beberapa posisi direksi, termasuk pengangkatan Tan Jacky Chen sebagai Direktur Information Technology, Venda Yuniarti sebagai Direktur Treasury & International Banking, dan Helmy Afrisa Nugroho sebagai Direktur Corporate Banking.

Persetujuan akuisisi PT Bank Victoria Syariah (BVIS) sebagai bagian dari rancangan pemekaran (spin-off) unit usaha syariah BTN.

Keputusan-keputusan ini diharapkan dapat memperkuat struktur organisasi BTN dan meningkatkan kinerja perusahaan dalam mendukung sektor perumahan nasional.

Sebagai informasi tambahan, berikut adalah susunan lengkap Dewan Komisaris dan Direksi BTN setelah RUPST:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Suryo Utomo

Wakil Komisaris Utama: Dwi Ary Purnomo

Komisaris: Fahri Hamzah

Komisaris Independen: Ida Nuryanti

Komisaris Independen: Pietra Machreza Paloh

Komisaris Independen: Panangian Simanungkalit

Dewan Direksi

Direktur Utama: Nixon LP Napitupulu

Wakil Direktur Utama: Oni Febriarto Rahardjo

Direktur Information Technology: Tan Jacky Chen

Direktur Treasury and International Banking: Venda Yuniarti

Direktur Corporate Banking: Helmy Afrisa Nugroho

Direktur Risk Management: Setiyo Wibowo

Direktur Consumer Banking: Hirwandi Gafar

Direktur Finance and Strategy: Nofry Rony Poetra

Direktur Human Capital and Compliance: Eko Waluyo

Direktur Operations: I Nyoman Sugiri Yasa

Direktur Network and Retail Funding: Rully Setiawan

Direktur Commercial Banking: Hermita.

Selain itu bank plat merah ini juga memutuskan untuk menebar dividen senilai Rp751,83 miliar. BTN meraup laba bersih Rp3 triliun pada 2024, sehingga total dividen itu setara dengan 25% dari laba perseroan.

Nilai dividen tahun buku 2024 yang ditebar BTN setara dengan Rp53,57 per saham. Para pemegang saham BTN juga menetapkan bahwa 75% dari laba tahun buku 2024 alias Rp2,25 triliun digunakan sebagai saldo laba ditahan perseroan.

Sebelumnya, untuk tahun buku 2023, BTN membagikan dividen tunai senilai Rp700,19 miliar alias Rp49,89 per saham. Nilai tersebut mencerminkan rasio pembagian dividen sebesar 20% dari laba bersih BTN sebesar Rp3,5 triliun pada tahun yang sama.

Adapun BTN membukukan laba bersih tahun 2024 sebesar Rp 3 triliun, turun 14,1% secara tahunan (yoy) dari setahun sebelumnya sebesar Rp3,5 triliun.

Pendapatan bunga BTN sepanjang 2024 tumbuh 4,5% yoy menjadi Rp29,55 triliun. Namun, beban bunga melonjak 21,9% yoy menjadi Rp17,84 triliun. Dengan demikian, pendapatan bunga bersih juga turun 14,1% yoy menjadi Rp11,73 triliun.

Sementara itu, pendapatan non-bunga berhasil melonjak 17,6% yoy menjadi Rp4,61 triliun. Namun beban operasional juga melonjak 12,1% yoy menjadi Rp10,44 triliun.

Sepanjang tahun 2024, BTN berhasil membukukan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp357,97 triliun atau tumbuh sebesar 7,3% yoy dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp333,69 triliun.(Sumber)