News  

Punya Sifat Pendendam, Muslim Arbi: Megawati tak akan Akur dengan Jokowi sampai Mati

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi/Net

Hubungan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diprediksi tidak akan membaik hingga akhir hayat. Hal ini disampaikan oleh pengamat politik Muslim Arbi, yang menilai bahwa Megawati memiliki sifat pendendam sehingga sulit untuk kembali berbaikan dengan Jokowi.

“Megawati memiliki sifat pendendam yang kuat. Oleh karena itu, selama hidupnya, ia tidak akan pernah akur dengan Jokowi setelah apa yang terjadi di Pilpres 2024,” kata Muslim Arbi dalam keterangannya kepada Radar Aktual, Rabu (2/4).

Ketegangan antara Megawati dan Jokowi semakin terlihat setelah PDI Perjuangan memilih Ganjar Pranowo sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024, sementara Jokowi diduga lebih mendukung Prabowo Subianto. Persaingan ini memperdalam jurang perpecahan antara kedua tokoh politik tersebut.

Menurut Muslim Arbi, Megawati merasa dikhianati oleh Jokowi, yang selama ini mendapatkan dukungan penuh dari PDI Perjuangan sejak Pilpres 2014. Namun, saat masa jabatannya hampir habis, Jokowi justru dianggap lebih dekat dengan kubu Prabowo.

“Megawati merasa dikhianati karena selama dua periode Jokowi diangkat oleh PDI Perjuangan, tetapi di ujung kekuasaannya justru lebih dekat dengan Prabowo dan meninggalkan partainya sendiri,” tambahnya.

Ketidakharmonisan ini juga tampak dalam berbagai pertemuan politik, di mana Megawati dan Jokowi jarang terlihat bersama dalam suasana yang akrab. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, Megawati disebut enggan berkomunikasi langsung dengan Jokowi.

Meski demikian, beberapa pihak menilai bahwa politik selalu bersifat dinamis. Ada kemungkinan bahwa hubungan Megawati dan Jokowi bisa mencair jika ada kepentingan politik yang menyatukan mereka di masa mendatang. Namun, bagi Muslim Arbi, sifat pendendam Megawati membuat kemungkinan itu sangat kecil.

“Kalau melihat karakter Megawati yang keras, saya rasa sangat sulit bagi keduanya untuk berdamai. Bisa jadi sampai akhir hayat mereka tetap tidak akan akur,” pungkasnya.