Pengamat Sosial sekaligus Sosiolog Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Musni Umar menilai banyaknya kalangan sarjana yang melamar menjadi petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di DKI Jakarta telah mengambil kesempatan kerja para tamatan SD hingga SMA.
“Walaupun setiap pekerjaan adalah mulia, namun kalau sarjana menjadi PPSU atau ojol, akan mengambil porsi mereka yang tamatan SD, SMP, dan SMA,” kata Musni saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (12/7/2025).
Ia juga mengaku prihatin dengan banyaknya kalangan sarjana yang menganggur. Hal itu lantaran masih minimnya lapangan kerja di Indonesia.
“Saya prihatin banyaknya penganggur sarjana. Ini indikator krisis lapangan kerja,” ujarnya.
Murni meminta agar para lulusan sarjana tidak hanya berorientasi sebagai pegawai perusahaan tertentu. Ia menyarankan agar kalangan sarjana yang menganggur untuk menbangun bisnis bersama.
Di sisi lain, ia menyoroti peran perguruan tinggi yang hanya memberi ilmu, namun tidak menyalurkan pembelajaran memberi pencerahan, penyadaran, semangat, dan optimisme.
“Dosen harus menuntut para mahasiswanya untuk mengikuti organisasi dalam rangka membangun jaringan. Mengapa? Karena kalau hanya kuliah setelah tamat bakal menenteng ijazah ke berbagai perusahaan,” katanya.
Menurut dia, tak sedikit lulusan sarjana yang diterima bekerja berkat bantuan orang dalam yang direkomendasikan para senior dari organisasi di kampus.
“Menurut saya, kesuksesan tidak cukup dengan IPK tinggi tetapi jaringan amat menentukan kesuksesan seseorang untuk segera dapat pekerjaan,” ucapnya.
Ia menyebut, kesesuaian antara kualifikasi pendidikan dengan lapangan pekerjaan, lebih banyak dipengaruhi koneksi. Sementara itu, dampak psikologis dan sosiologis tidak hanya dirasakan para lulusan perguruan tinggi, tetapi juga orang tua.
“(Mereka) sudah susah payah memberi biaya kuliah dan masyarakat luas bisa kehilangan harapan terhadap masa depan,” katanya.
Lebih jauh, dia berharap mahasiswa yang sedang menjalani studi di perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kualitas, mulai dari mengasah kemampuan bahasa asing hingga mengisi waktu untuk berorganisasi.
“Jika tamat S1 lanjutkan pendidikan S2 dan S3 di luar negeri karena banyak beasiswa dari pemerintah dan berbagai perguruan tinggi di luar negeri. Teruslah bersemangat dan bercita-cita tinggi disertai kerja keras untuk menggapai masa depan yang gemilang,” ujarnya.(Sumber)










