Nama Kakha Kaladze mungkin tak asing bagi pecinta sepak bola, khususnya penggemar AC Milan. Mantan bek tangguh asal Georgia itu pernah meraih kejayaan bersama Rossoneri, termasuk memenangkan Liga Champions pada 2003 dan 2007. Namun, setelah gantung sepatu, Kaladze memilih jalan hidup berbeda: terjun ke dunia politik.
Kaladze mulai aktif di dunia politik setelah pensiun pada 2012. Ia bergabung dengan partai Georgian Dream dan tak butuh waktu lama untuk menduduki jabatan penting. Bahkan, ia sempat dipercaya menjadi Menteri Energi Georgia pada 2012–2017. Setelah itu, Kaladze terpilih sebagai Wali Kota Tbilisi, ibu kota Georgia, pada 2017 dan kembali memenangkan periode kedua pada 2021.
Dengan kiprahnya yang panjang, publik kerap penasaran soal berapa sebenarnya gaji Kaladze sebagai politisi. Berdasarkan laporan media lokal, gaji seorang anggota parlemen (DPR) di Georgia berkisar 5.500–6.000 lari Georgia per bulan, atau setara Rp40–45 juta. Sementara untuk pejabat setingkat wali kota Tbilisi, pendapatan bisa lebih tinggi, mencapai 7.000–8.000 lari per bulan atau sekitar Rp55–60 juta.
Meski jumlah tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan gajinya saat masih bermain sepak bola di AC Milan—yang kala itu bisa mencapai jutaan euro per musim—Kaladze tetap bertahan di dunia politik. Ia bahkan dikenal sebagai salah satu figur penting dalam pemerintahan Georgia.
Keputusan Kaladze untuk beralih dari dunia sepak bola ke politik mendapat banyak apresiasi. Ia dianggap berhasil memanfaatkan popularitasnya sebagai atlet untuk berkontribusi lebih luas kepada masyarakat. Kini, Kaladze bukan hanya dikenang sebagai bek tangguh AC Milan, tetapi juga sebagai politisi yang punya pengaruh besar di tanah kelahirannya. (Sumber)












