News  

Prabowo Harus Tegur Menko PMK Usai Respons Seenaknya Kasus Balita Meninggal Cacingan di Sukabumi

Pengamat politik Citra Institute, Efriza menilai pernyataan Menko PMK Pratikno yang menyebut dirinya mengantuk saat menanggapi kasus meninggalnya RY (4), balita di Sukabumi, Jawa Barat akibat infeksi cacing bukan sekadar persoalan komunikasinya yang buruk semata, melainkan juga persoalan etika dan tanggung jawab moral dan politiknya.

Menurut Efriza, kasus balita empat tahun yang meninggal karena infeksi cacingan di era sekarang ini merupakan tragedi sekaligus indikator lemahnya pembangunan manusia. Sehingga, pejabat di level koordinator, seharusnya memiliki perspektif makro dan koordinatif antar kementerian.

“Bahkan menanggapinya dengan kurang kepekaannya, maka publik akan menilai pemerintah tidak serius menangani persoalan kesehatan dasar rakyat,” kata Efriza saat dihubungi inilah.com, Minggu (24/8/2025).

Ia menyebut, seharusnya Pratikno memahami dari aspek politik dalam merespons kasus tersebut. Terlebih, sebagai pejabat publik memiliki akuntabilitas ganda, seperti akuntabilitas administratif kepada presiden sebagai konsekuensi dirinya pembantu presiden dan akuntabilitas moral kepada rakyat.

“Ketika akuntabilitas moral itu diabaikan, maka kepercayaan publik yang dapat merosot kepada pemerintah. Di titik inilah, sanksi layak dipertimbangkan, minimal berupa teguran keras dari presiden kepada Praktikno, karena ditenggarai ia lalai bertanggungjawab kepada rakyat dan sebagai menteri koordinator,” ujarnya.

Ia menekankan, sanksi teguran bukan hanya bertujuan untuk menghukumnya semata, tetapi untuk menunjukkan bahwa pemerintah peka dan peduli terhadap penderitaan rakyat kecil, serta juga menunjukkan bahwa pemerintah juga melakukan pengawasan terhadap kinerja dan komunikasi dari para pembantunya di kabinet.

“Tetapi jika apakah perlu sanksi lebih berat seperti reshuffle? Itu tergantung pada hasil dari koordinasi Pratikno sebagai menko PKM untuk merespons kasus Raya, maupun merespons dengan koordinasi dari menteri-menteri terkait di bawah kementeriannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno irit bicara, saat menanggapi kasus meninggalnya RY (4), balita di Sukabumi, Jawa Barat yang meninggal dunia akibat infeksi cacing.

Menurutnya, detail kasus tersebut sepenuhnya ditangani oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang mengawal secara detail.

“Mungkin, Kemenkes yang mengawal cukup detail,” kata Pratikno di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (22/8/2025).

Saat ditanya lebih lanjut oleh awak media terkait laporan kasus RY, ia justru mengaku mengantuk usai melaksanakan Rapat Tingkat Menteri Percepatan Penanganan Pascabencana Erupsi Gunung Api Lewotobi.

“Detailnya nanti di Kemenkes ya, kamu enggak tahu, saya ini agak ngantuk dikit ya,” kata Pratikno sambil tertawa. {sbr}