Felix Siauw Ungkap Potensi Korupsi Kuota Haji Bisa Tembus Rp. 1 Triliun

Ustaz Felix Siauw kembali melontarkan kritik pedas terhadap tata kelola penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Dalam sebuah kajian yang disiarkan melalui akun media sosialnya, Felix menyinggung potensi besar praktik korupsi dalam distribusi kuota haji yang nilainya ditaksir bisa mencapai Rp 1 triliun.

Felix menilai, tata kelola kuota haji selama ini kerap menimbulkan polemik, mulai dari antrean panjang jamaah yang bisa mencapai belasan hingga puluhan tahun, hingga adanya dugaan jual-beli kuota yang merugikan calon jamaah.

“Kalau kita mau jujur, potensi penyalahgunaan kuota haji ini sangat besar. Kalau dihitung-hitung, nilainya bisa tembus Rp 1 triliun. Bayangkan, ibadah yang seharusnya suci malah dijadikan ladang bancakan,” ujar Felix dalam pernyataannya.

Ia menekankan, masalah haji bukan sekadar urusan teknis keberangkatan, melainkan juga menyangkut integritas negara dalam mengelola amanah umat. Felix meminta pemerintah lebih transparan dalam pengelolaan kuota dan dana haji agar tidak menimbulkan kecurigaan publik.

“Selama ada monopoli kuota dan kurangnya transparansi, maka ruang korupsi akan selalu terbuka. Padahal, jamaah menabung bertahun-tahun dengan harapan bisa segera berangkat,” tambahnya.

Isu dugaan penyalahgunaan kuota haji sendiri bukan hal baru. Beberapa tahun terakhir, publik kerap mendengar laporan mengenai adanya praktik titipan, penggelembungan kuota, hingga keterlibatan oknum dalam memperjualbelikan nomor antrean.

Pengamat kebijakan publik menilai, pernyataan Felix Siauw seharusnya menjadi alarm serius bagi pemerintah dan DPR untuk memperbaiki tata kelola haji secara menyeluruh. Transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan yang ketat diperlukan agar penyelenggaraan haji benar-benar bersih dari praktik koruptif.

Hingga kini, Kementerian Agama belum memberikan respons resmi atas kritik Felix tersebut. Namun, isu ini diperkirakan akan kembali menjadi sorotan publik menjelang musim haji tahun depan, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia. (Sumber)