5 Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Terkaya dan Termiskin

Berdasar Data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru memperlihatkan adanya integral jumlah kekayaan yang lebar di tubuh Fraksi Partai Golkar DPR RI periode 2024-2029. Datang dari berbagai latar belakang, seperti dunia usaha hingga aktivis, membuat jumlah harta kekayaan anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI cukup variatif.

Di deretan teratas, nama Haeny Relawati menempati posisi anggota Fraksi Partai Golkar paling kaya dengan total harta mencapai Rp470,56 miliar. Haeny saat ini duduk di Komisi VIII yang membidangi urusan agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan. Ia dikenal sebagai politikus senior yang pernah menjabat Bupati Tuban selama dua periode, sehingga sumber kekayaannya banyak terkait kiprah birokrasi dan aset yang dikembangkan sepanjang kariernya.

Tak jauh di bawahnya ada Andi Achmad Dara dengan harta Rp459,71 miliar. Andi yang kini bertugas di Komisi XI DPR dan menjabat Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) berasal dari latar belakang dunia usaha. Sebelum aktif penuh di politik, ia dikenal sebagai pengusaha di sektor energi dan perbankan, sehingga kekayaannya mencerminkan akumulasi dari karier panjang di dunia bisnis.

Nama lain yang mencuat adalah Ranny Fahd Arafiq, anggota Komisi IX dengan harta Rp430,77 miliar. Sebelum masuk Senayan, ia aktif sebagai komisaris di beberapa perusahaan seperti PT Citra Arafiq Medika dan PT Sinar Tiga Pilar. Kiprah keluarga di dunia usaha ikut menopang kekayaannya, sementara di parlemen ia kini fokus pada isu kesehatan, ketenagakerjaan, dan kependudukan.

Singgih Januratmoko juga masuk jajaran terkaya dengan Rp409,91 miliar. Ia adalah Wakil Ketua Komisi VIII dan dikenal luas sebagai pengusaha perunggasan. Singgih merupakan pendiri Jan Putra Group yang bergerak di bidang pakan, breeding, hingga kemitraan peternak. Keberhasilannya mengembangkan bisnis sektor pangan memberi gambaran kuat bagaimana latar belakang usaha memengaruhi besaran LHKPN.

Sementara itu, Erwin Aksa menutup daftar lima besar dengan Rp360,31 miliar. Keponakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla ini duduk di Komisi VIII DPR RI dan membawa nama besar keluarga Aksa Mahmud. Sebagai generasi kedua Bosowa Group yang bergerak di semen, otomotif, konstruksi, hingga jasa keuangan, Erwin telah lama dikenal sebagai salah satu wirausahawan nasional yang masuk ke politik.

Berbanding terbalik dari daftar 5 anggota fraksi Partai Golkar DPR RI terkaya, terdapat pula daftar LHKPN juga menampilkan anggota dengan kekayaan terendah. Agung Widyantoro, anggota Komisi II, melaporkan harta sejumlah Rp2,81 miliar. Politikus asal Jawa Tengah yang juga mantan Bupati Brebes ini lebih lama berkecimpung di jalur politik daripada usaha, sehingga akumulasi hartanya relatif ramping.

Nama dr. Maharani muncul dengan kekayaan Rp2,48 miliar. Dokter sekaligus politisi muda dari Riau I itu kini bertugas di Komisi IX. Latar belakang medis dan kerja sosialnya menonjol, dan tidak banyak rekam jejak bisnis besar yang mendongkrak hartanya.

Andhika Satya Wasistho, anggota Komisi VII, tercatat memiliki harta Rp1,69 miliar. Politisi muda ini dikenal aktif di advokasi UMKM dan ekonomi kreatif. Meski memiliki basis sebagai wirausahawan, nilai aset yang ia laporkan masih relatif kecil bila dibandingkan senior-seniornya di Golkar.

Zulfikar Arse Sadikin, Wakil Ketua Komisi II, melaporkan kekayaan Rp1,15 miliar. Fokus kiprahnya banyak terkait isu pemerintahan, aparatur negara, dan kepemiluan, sementara catatan usaha atau bisnis besar hampir tidak terlihat dari profil publiknya.

Posisi paling buncit ditempati Trinovi Khairani dengan harta hanya Rp358 juta. Anggota muda yang kini bertugas di Komisi I ini memiliki latar belakang pendidikan komunikasi dan digital media, serta aktif di kegiatan sosial. Minimnya jejak usaha besar membuat laporan hartanya menjadi yang terendah di Fraksi Golkar.

Kontras ini memperlihatkan keragaman wajah Fraksi Golkar di DPR: dari taipan lama, pengusaha keluarga, teknokrat daerah, dokter, hingga aktivis muda. Penugasan mereka tersebar di berbagai komisi strategis, dan latar belakang ekonomi memberi warna tersendiri dalam kiprah legislasi.

Publik dapat menjadikan data LHKPN ini sebagai cermin transparansi sekaligus sarana untuk mengawasi potensi konflik kepentingan, terutama saat kebijakan yang dibahas bersentuhan langsung dengan sektor usaha atau profesi yang pernah digeluti para legislator tersebut.

5 Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI

Terkaya

Haeny Relawati – Rp470.566.738.515
Andi Achmad Dara – Rp459.710.140.322
Ranny Fahd Arafiq – Rp430.771.741.580
Singgih Januratmoko – Rp409.910.149.094
Erwin Aksa – Rp360.318.901.299

Termiskin

Agung Widyantoro – Rp2.818.904.595
Maharani – Rp2.488.894.184
Andhika Satya – Rp1.695.000.000
Zulfikar Arse Sadikin – Rp1.150.323.001
Trinovi Khairani – Rp358.150.000