News  

IPR: Posisi Menkopolkam dan Menpora Kosong Usai Reshuffle Bisa Ganggu Kinerja Prabowo

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menyoroti keputusan Presiden yang sudah mengumumkan reshuffle menteri namun belum menyiapkan pengganti untuk posisi tersebut.

Diketahui, pasca reshuffle Kabinet Merah Putih yang dilakukan Prabowo Subianto beberapa waktu lalu, terdapat dua kursi menteri yang masih kosong yaitu Menko Polkam dan Menpora.

“Mestinya kemarin, pada saat pengumuman reshuffle kabinet, kedua kementerian tersebut jangan dulu diumumkan sebelum ada sosok penggantinya, agar tidak kosong seperti sekarang ini. Bagi saya itu tidak tepat,” ujar Iwan kepada Inilah.com, Sabtu (13/9/2025).

Menurutnya, Prabowo tak bisa terlalu lama mengosongkan ke dua posisi tersebut lantaran akan berpengaruh ke kinerja kementerian terkait.

“Presiden harus segera mengambil keputusan dan menunjuk menteri baru yang definitif. Karena menteri sementara ini tidak akan efektif bekerja dan tidak bisa mengambil kebijakan-kebijakan strategis,” sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto belum melantik Menko Polkam dan Menpora. Dia bilang, Prabowo akan segera menunjuk seseorang untuk mengisi posisi tersebut. Namun, ia tidak menyebut sosok mana yang akan diisi mengemban jabatan tersebut.

Ketika disinggung mengenai Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang akan mengisi posisi tersebut, Prasetyo bungkam. Ia menyatakan Prabowo belum meneken siapa yang nantinya akan menggantikan Budi Gunawan. “Tunggu dulu. Ini kan belum ditandatangani. Kita enggak boleh menyampaikan,” ujarnya.

Sedangkan untuk posisi Menpora, Prasetyo mengaku pemerintah sudah memiliki nama pengganti. Namun karena calon menteri masih di luar kota, maka pemerintah akan mengagendakan ulang pelantikan Menpora.(Sumber)