News  

Prabowo Perlu Ganti Kapolri dan Panglima TNI untuk Pastikan Investigasi Prahara Agustus Berjalan Netral

Pemerhati politik dan kebangsaan M Rizal Fadillah menilai pembentukan Tim Investigasi Prahara Agustus dan Tim Reformasi Kepolisian menjadi momentum krusial bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, langkah ini dapat menentukan keberlangsungan atau bahkan menjadi ancaman bagi kekuasaan Prabowo ke depan.

Dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/9/2025), Rizal menyebut Prahara Agustus bukan sekadar peristiwa spontan, melainkan “by design”. Gelombang demonstrasi, bentrokan, pembakaran, dan penjarahan di berbagai daerah dianggap memiliki arah politik tertentu. “Aspirasi publik jelas: peristiwa itu harus diusut tuntas,” katanya.

Rizal menyoroti sejumlah kejanggalan seperti dugaan pembiaran aparat terhadap pembakaran dan penjarahan, penangkapan anggota TNI oleh polisi, hingga pertemuan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan “ojol palsu” saat situasi memanas. Ia juga menyinggung sikap aneh sejumlah pejabat, di antaranya langkah Dansiber TNI melaporkan Ferry Irwandi ke Polda Metro Jaya, serta kasus anggota Brimob pelaku pembunuhan yang hanya dihukum pelanggaran etika.

Menurutnya, muncul pandangan adanya skenario kudeta yang gagal. Skenario paling kuat, ujar Rizal, adalah dugaan permainan politik “geng Solo” demi melindungi kepentingan mantan presiden Joko Widodo dan keluarga. “Jokowi dan keluarganya membutuhkan proteksi politik, termasuk mengamankan posisi Gibran yang kini menghadapi desakan pemakzulan dan gugatan ijazah palsu,” jelasnya.

Rizal menilai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang dikenal dekat dengan Jokowi patut mendapat perhatian khusus. “Keduanya menjabat sejak Jokowi masih presiden, dan proteksi atas keluarga Jokowi diduga sangat kuat,” tegasnya.

Untuk menjamin netralitas penyelidikan, Rizal menyarankan agar Presiden Prabowo mengganti pucuk pimpinan TNI dan Polri. “Ketika Tim Investigasi Independen dibentuk, wajar bila Panglima TNI Agus Subiyanto dimundurkan terlebih dahulu. Demikian juga Kapolri Listyo Sigit Prabowo,” ujar Rizal.

Ia menegaskan pergantian itu penting agar tim atau komisi yang dibentuk bisa bekerja leluasa tanpa hambatan psikologis maupun birokrasi. “Bekal utama Presiden Prabowo agar ke depan dapat menjadi presiden yang kuat adalah bertindak tegas sejak awal,” pungkasnya.