Pemerhati politik dan kebangsaan M Rizal Fadillah melontarkan kritik tajam terhadap Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Dalam tulisannya berjudul “Apa Gunanya Gibran? Gak Ada!”, Rizal menilai putra sulung Presiden ke-7 Joko Widodo itu tidak memberikan kontribusi berarti dalam kepemimpinan nasional.
Rizal menyoroti proses pencalonan Gibran sebagai wakil presiden yang menurutnya sarat kontroversi, termasuk dugaan rekayasa politik dan persoalan administratif terkait latar pendidikan. Ia mempertanyakan kesetaraan ijazah luar negeri Gibran serta menyebut gaya kepemimpinan Wapres tersebut “tidak jelas bidang pekerjaannya”.
Selain itu, Rizal menilai berbagai aktivitas blusukan Gibran hanya bersifat pencitraan. Ia mencontohkan kunjungan Gibran ke Papua Nugini yang dinilai kontras dengan sikap Presiden Prabowo Subianto yang secara terbuka mendukung kemerdekaan Palestina.
Rizal juga menyinggung wacana politik 2029 yang dikaitkan dengan upaya Joko Widodo mendorong Gibran untuk kembali maju sebagai wakil presiden atau bahkan presiden. Menurutnya, hal itu menunjukkan pola politik dinasti.
“Kasihan bangsa yang negarawannya srigala, filosofnya tukang sulap, dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru,” tulis Rizal, mengutip parafrasa karya penyair Kahlil Gibran untuk menegaskan pandangannya, Jumat (26/9/2025).
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Gibran Rakabuming Raka maupun Istana Kepresidenan terkait pernyataan Rizal Fadillah tersebut.











