News  

Rosan Roeslani Ungkap 192 Perusahaan Asing dan Domestik Minati Proyek Energi Sampah di 33 Daerah

Danantara Indonesia gencar menyosialisasikan proyek waste to energy (WTE) Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Salah satunya, proyek ini dipaparkan dalam International Sustainability Forum (IISF) 2025 di Jakarta International Convention Center (JCC).

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan ada 192 perusahaan yang telah menyatakan minat untuk bergabung dalam proyek ini. Rencananya, proyek PSEL akan digarap di 33 daerah di Indonesia. “Ada dari Jepang, Australia, Singapura, Malaysia.

Ketertarikan lumayan tinggi. Lokal banyak, asing juga banyak. Saya terkejut juga ada banyak,” kata Rosan di JCC, Jakarta, Jumat (10/10/2025). Rosan menghitung kebutuhan investasi untuk menggarap 33 titik proyek PSEL mencapai sekitar Rp91 triliun. Maka untuk mengundang keterlibatan pelaku usaha, menurutnya forum seperti IISF ini menjadi penting, karena selain menjadi sebuah peluang kolaborasi, pemerintah juga bisa membangun kepercayaan pelaku usaha melalui komitmen kebijakan.

“Sehingga mereka memahami bahwa dalam kebijakan-kebijakan ini yang semakin terintegrasi, semakin berkolaborasi antar kementerian, antar badan, dan dunia usaha saat ini. Bahwa apa yang menjadi komitmen Indonesia mencapai net zero emisi pada tahun 2060, itu memang kita mempunyai komitmen yang tinggi dan kita berjalan menuju ke arah tersebut. Termasuk dalam bidang renewable energy,” tandasnya.

Gayung bersambut, komitmen pemerintah ini mendapat dukungan penuh dari pelaku usaha. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menilai proyek WTE yang digawangi oleh Danantara ini tidak cuma menarik secara bisnis, namun bisa menggerakkan ekonomi secara luas.

“Tadi Pak Rosan menyampaikan Rp91 triliun, itu saya yakin multipikasinya berkali-kali lipat. Jadi kalau di Indonesia ini bisa dilakukan dengan investasi bersama dari luar negeri, tapi juga transfer of technology, ini akan menjadi suatu pemberdayaan yang luar biasa,” kata Anindya.

Adapun, sebanyak 192 perusahaan yang telah menyatakan minat ini ada yang dari perusahaan terbuka. Salah satunya adalah PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA). Saat ini, perseroan memiliki dua portofolio proyek PSEL yang berlokasi di Tangerang Selatan dan Jakarta. Dua lokasi ini termasuk 10 kota awal yang akan menjadi permulaan peluncuran proyek PSEL Danantara, dari total 33 daerah yang ditargetkan.

Direktur Utama dan CEO OASA Bobby Gafur Umar menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sedang menggodok Peraturan Presiden (Perpres) terbaru yang akan menjadi landasan hukum proyek PSEL. “Skema yang sekarang ini kan kami masih mengikuti Perpres lama. Ini [PSEL Danantara menggunakan] Perpres baru. Silakan [pemerintah] kaji angka [pembelian listrik] baru tanpa tipping fee US$20 sen. Tapi kami sudah menghitung keekonomiannya masuk. Hanya perlu beberapa insentif,” ujar Bobby.

Adapun, salah satu portofolio OASA telah ditetapkan sebagai pemenang lelang untuk proyek di Tangerang Selatan pada April 2025. Untuk proyek ini, OASA melalui unit usahanya, PT Indoplas Energi Hijau (IEH) bersama mitra penyedia teknologi asal China, China Tianying Inc (CNTY) akan bekerja sama membangun PSEL dengan nilai investasi Rp2,65 triliun. PSEL tersebut ditargetkan beroperasi 2028 dan beroperasi secara penuh pada 2029.

Pembangkit listrik tenaga sampah ini diestimasi bisa menghasilkan 23 megawatt (MW) yang dihasilkan dari pengelolaan sampah sebesar 1.100 ton. Sedangkan untuk proyek yang berlokasi di Jakarta, saat ini progresnya telah menyelesaikan tahap feasibility study (FS).

Rencananya, PSEL di Jakarta garapan OASA ini bisa melakukan pembangunan di akhir 2028, dan paling lama awal 2029 sudah bisa beroperasi penuh. Bobby menambahkan, saat ini pelaku usaha sedang menunggu Perpres terbaru dirilis pemerintah. “Pak Rosan tadi bilang, November ini akan segera di-launching di 10 kota/daerah, berarti kan sebelum itu Perpres sudah keluar. Jadi mudah-mudahan ekosistem dari investasinya ini sudah lengkap,” pungkasnya.(Sumber)