News  

Kasus Sarkozy Jadi Sorotan, Ahmad Khozinudin: Saatnya Jokowi Diseret ke Pengadilan!

Ahmad Khozinudin (Dok Pribadi)

Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy resmi dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun atas keterlibatannya dalam konspirasi dana kampanye pada 2007. Kasus tersebut, menurut sastrawan politik Ahmad Khozinudin, menjadi contoh nyata bahwa memenjarakan mantan presiden bukanlah hal yang tabu.

Dalam pernyataannya yang berjudul “Sarkozy Masuk Bui, Kapan Giliran Jokowi?”, Khozinudin menilai kasus Sarkozy bisa menjadi inspirasi bagi rakyat Indonesia untuk menegakkan keadilan tanpa pandang bulu, termasuk terhadap mantan presiden.

“Kasus ini menjadi referensi bahwa memenjarakan mantan Presiden itu hal yang bisa, bukan keramat atau tabu untuk dilakukan,” tegasnya, Jumat (24/10/2025).

Khozinudin menuding pemerintahan era Presiden Joko Widodo (Jokowi) sarat dengan masalah yang dapat dijadikan pintu masuk hukum. Ia menyinggung sejumlah isu, mulai dari dugaan ijazah palsu, proyek kereta cepat Jakarta–Bandung, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Aparat penegak hukum harus mau mengambil sikap memperbaiki bangsa ini, atau tetap membebek melayani Jokowi. Kalau tetap membela, sebentar lagi Jokowi juga selesai dan siapa pun yang mendukungnya akan ikut terseret,” ujarnya.

Lebih lanjut, Khozinudin menyoroti proyek kereta cepat yang menurutnya menjadi beban utang negara hingga puluhan tahun ke depan. Ia juga menuding Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ikut bertanggung jawab atas membengkaknya biaya proyek tersebut.

“Luhut tak bisa cuci tangan dengan hanya membebankan utang kepada generasi selanjutnya. Luhut juga harus diseret ke bui menemani Jokowi,” tambahnya.

Selain itu, Khozinudin menilai kebijakan Jokowi yang memberikan status Proyek Strategis Nasional (PSN) kepada proyek PIK-2 milik Agung Sedayu Group sebagai bentuk keberpihakan terhadap oligarki.

“Karena status PSN inilah, pengembang seenaknya merampas tanah rakyat dan wilayah laut negara,” katanya.

Ia pun menyerukan agar penegak hukum dan rakyat tidak takut menuntut keadilan.

“Jangan ada kompromi pada Jokowi. Segera, Sarkozy-kan Jokowi. Jangan sampai bui hanya ditempati para pengkritik Jokowi,” tutup Khozinudin.