Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Visi Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk aparat penegak hukum, akademisi, dan generasi muda,” kata Kapolri saat menyampaikan materi pada penutupan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah (UMM) Dome di Malang, Jawa Timur, Jumat.
Kapolri menekankan pentingnya sinergisitas antara Polri, mahasiswa, dan seluruh elemen bangsa, untuk membangun negeri, mewujudkan visi bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.
Pada kesempatan itu Kapolri mengajak seluruh peserta Tanwir IMM untuk aktif berkontribusi mendukung program pembangunan nasional.
“Kami berharap seluruh mahasiswa dan generasi muda bangsa untuk turut berkontribusi dalam mendukung seluruh kebijakan pemerintah,” katanya.
Menurutnya, kegiatan Tanwir ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kolaborasi antara pemuda, mahasiswa, dan pemerintah dalam mewujudkan kemajuan bangsa.
Ia menilai sinergi lintas elemen menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. “Saling mendukung, bekerja sama, gotong-royong untuk mendorong program pembangunan, mewujudkan pertumbuhan ekonomi, dan menjadikan Indonesia lebih baik,” ujarnya.
Kapolri mengemukakan Polri dan mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nasional dan membangun sumber daya manusia unggul. Kolaborasi ini dapat memperkuat berbagai sektor penting, seperti pemberdayaan UMKM, inovasi teknologi, serta ketahanan sosial masyarakat.
Ia meminta mahasiswa berkontribusi dalam menjaga keamanan dalam menghadapi tantangan bangsa, seperti perkembangan teknologi, maraknya judi daring, dan peredaran narkoba guna mewujudkan stabilitas kamtibmas.
Kapolri mengingatkan bahwa Indonesia sedang memasuki masa bonus demografi, dimana generasi muda akan menjadi penentu arah bangsa. Oleh karena itu mahasiswa harus mempersiapkan diri untuk menjadi sumber daya yang unggul, produktif, dan berdaya saing tinggi di tingkat global.
“Teruslah menjadi SDM unggul, SDM yang betul-betul siap menjadi aktor yang akan menjadi pemain utama di Indonesia Emas 2045,” ucapnya.
Ia mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap dinamika geopolitik global yang tengah bergejolak. Lebih dari 110 konflik bersenjata di berbagai belahan dunia, termasuk perang Rusia-Ukraina dan Israel-Palestina, yang berdampak besar terhadap stabilitas ekonomi, pangan, dan energi dunia. (Sumber)












