Zohran Mamdani pecah rekor. Walikota New York pertama termuda, 34 tahun. Tidak itu saja. Mamdani juga mengukir sejarah baru. Membuat ummat Islam khususnya kalangan Syiah bangga. Zohran Mamdani yang disebut-sebut Syiah dan diisukan pro LGBTQ merupakan muslim pertama jadi Walikota New York City.
Padahal, populasi Muslim di Kota New York sekitar 9% atau 1,5 juta orang dari total penduduk. New York merupakan salah satu kota dengan populasi Muslim terbesar di Amerika Serikat.
Belum selesai euforia kemenangan Zohran Mamdani sebagai Walikota New York City. Di hari yang sama, Selasa 4 November 2025, Abdullah Hammoud menyusul kemenangan Zohran Mamdani. Abdullah Hammoud kembali memenangkan pemilihan sebagai Walikota Dearborn, Michigan.
Zohran Mamdani dan Abdullah Hammoud menyusul Bill Bazzi, seorang muslim. Politisi Amerika Serikat keturunan Lebanon yang menjabat sebagai Walikota Dearborn, Michigan.
Ada juga Amer Ghalib, seorang dokter muslim dan politisi Yaman-Amerika yang menjabat sebagai Wali Kota Hamtramck, Michigan.
Kemenangan Zohran Mamdani menarik perhatian dunia. Pasalnya Zohran Mamdani menang di kota dengan konsentrasi Yahudi tertinggi di dunia.
Faktor lainnya adalah pemilih muda di New York City memberontak. Pemilih di bawah usia 35 tahun telah menunjukkan dukungan yang tak henti-hentinya kepada Mamdani dalam survei pra-pemilu.
Menurut Bethany Li, Direktur Eksekutif Asian American Legal Defence and Education Fund, organisasi hak-hak sipil Asia-Amerika tertua di New York, seperti dilansir dari sebuah media mengatakan, kemenangan Mamdani karena strategi politiknya berbasis komunitas tanpa membedakan agama, suku dan ras. Lintas SARA dalam istilah kita.
Sebenarnya strategi yang dilakukan Zohran Mamdani tidak jauh berbeda dengan strategi Anies Baswedan pasca kalah (dikalahkan) di Pilpres 2024.
Anies Baswedan akhir-akhir ini rajin menyambangi kampus-kampus di Indonesia. Bahkan setiap kunjungan Anies Baswedan ke daerah selalu ada acara dengan anak muda. Tidak lupa juga bersilaturrahmi dengan generasi kolotnial tentunya.
Pemilih muda di Indonesia pada pemilu 2029 diproyeksikan berjumlah 73 persen. Proyeksi ini juga menunjukkan bahwa pemilih muda, yang umumnya berusia 17-39 tahun (generasi Z dan milenial), akan mendominasi komposisi pemilih di pemilu 2029 karena perubahan demografi yang terus terjadi.
Prediksi penulis, ini pula yang menjadi alasan kenapa Anies Baswedan getol mendatangi anak-anak muda Indonesia baik di dalam negeri maupun luar negeri. Anies Baswedan sedang investasi politik.
Seperti halnya dengan Zohran Mamdani yang menang pemilu salahsatunya karena dukungan pemilih muda. Pemilih muda Indonesia sangat potensial.
Pemilih muda Indonesia dikenal kritis dan termasuk kategori pemilih rasional. Mereka cenderung dinamis, adaptif, dan responsif terhadap isu politik, serta lebih menyukai konten kampanye yang ringan dan visual seperti yang Anies Baswedan lakukan dengan Desak Anies di Pilpres 2024 lalu.
Ini pula yang menguntungkan bagi Anies Baswedan di Pilpres 2029. Persekutuan politik antara Prabowo dan Jokowi di tahun 2029 akan mendapat perlawanan keras dari pemilih muda dan pemilih tua yang kecewa dengan pasang badan Prabowo terhadap dugaan korupsi dan ijazah Jokowi dan Gibran.
Prabowo dianggap melindungi dugaan korupsi Jokowi dan dugaan ijazah palsu Jokowi dan Gibran. Ini akan menjadi kartu mati Prabowo di 2029 termasuk banyaknya janji-janji politik Prabowo tidak terealisasi.
Kita berharap Indonesia seperti Amerika dalam penyelenggaran pemilu tahun 2029. Setidaknya seperti Jakarta. Bukan pemilu lontong sayur.
Penyelenggara pemilu, ASN, polisi dan tentara benar-benar netral. Jangan ada lagi penyelenggaraan pemilu seperti tahun 2014, 2019 dan 2024. Negara harus netral dan menjamin pemilu yang jujur dan adil seperti di New York City.
Bila pemilu di Indonesia seperti di New York City bukan hanya Zohran Mamdani yang akan pecah rekor. Anies Baswedan pun bisa pecah rekor dengan Presiden pertama di Indonesia bukan dari partai politik. Juga Presiden Indonesia pertama dari guru.
Jakarta, 16 Jumadil Awwal 1447/7 November 2025
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis












