News  

Menkeu Purbaya Soal Sidak Kejagung ke Ditjen Bea Cukai: Pegawai Nakal Jangan Dibelain!

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal Kejaksaan Agung (Kejagung) yang beberapa waktu lalu melakukan sidak ke kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai.

Purbaya menyatakan, sebelum adanya sidak tersebut pihak Kejagung pernah bertanya kepadanya apakah pegawai nakal harus dilindungi atau tidak.

“Kita memang ada kerjasama dengan Kejagung kan. Dalam pengertian begini. Kejagung pernah bertanya, kalau ada yang salah di bea cukai dilindungi apa enggak?,” ujar Purbaya kepada wartawan, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Terkait hal itu, Purbaya menegaskan tak akan melindungi pegawainya yang main-main. Dia meminta agar pegawai yang terbukti bersalah dapat diproses sesuai aturan.

“Saya bilang enggak, kalau salah-salah aja. Ini mungkin salah satu implementasi kerjasama itu,” kata dia.

Meski begitu dia membantah bahwa sidak tersebut merupakan bagian dari penangkapan besar-besaran. Terkait hasil sidak tersebut, dia akan berkoordinasi dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Kemenkeu, Djaka Budi Utama.

“Saya tunggu dari Pak Djaka kan lagi di daerah. Saya tunggu masuk informasi dari Pak Djaka untuk lebih lanjut,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bakal melakukan bersih-bersih di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan terhadap oknum yang meloloskan barang ilegal.

“Kalau riil sektor dijaga, barang-barang selundupan saya tutup, yang suka main selundupan saya tangkap. Sebentar lagi ada penangkapan besar-besaran. Saya tidak peduli dibelakangnya siapa. Di belakang saya, Presiden. Presiden paling tinggi, kan, di sini,” ujar Purbaya dalam acara 1 Tahunan Pemerintah Prabowo-Gibran, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Dia menegaskan, pembersihan mafia barang selundupan akan dimulai dari produk rokok, tekstil, produk baja, dan seterusnya. “Saya akan kejar satu-persatu,” ucapnya.

Penghentian barang-barang selundupan di sejumlah industri tersebut akan meningkatkan ratio pajak dan pertumbuhan industri di dalam negeri. “Banyak barang selundupan ke sini, yang katanya, orang bea cukainya tidak benar kerjanya,” tutur dia.

Dia mengungkapkan, dirinya pernah memanggil pegawai Ditjen Bea Cukai dan menerima informasi bahwa ada oknum yang ikut membacking di balik masuk dan keluarnya barang-barang selundupan.

“Dirjen Bea Cukai saya kan (Jenderal) bintang tiga, kalau bintang empat (backing), kita lapor ke Presiden,” jelas dia.(Sumber)