News  

Skandal Ijazah Jokowi, Yusuf Blegur: Mediasi atau Revolusi?

Yusuf Blegur (IST)

Polemik dugaan ijazah palsu milik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memuncak setelah tulisan terbaru dari pengamat sosial-politik Yusuf Blegur menyoroti dinamika kasus yang tak kunjung mereda. Menurutnya, persoalan ijazah Jokowi bukan hanya menyangkut legalitas dokumen pendidikan seorang mantan kepala negara, tetapi sudah menjelma menjadi persoalan besar yang bersinggungan dengan legitimasi negara.

Dalam opininya, Yusuf menilai ketidakpercayaan publik terhadap keaslian ijazah Jokowi sebanding lurus dengan ketidakpercayaan terhadap institusi negara. Ia menggambarkan bahwa skandal tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan melibatkan jejaring besar penyelenggara negara, mulai dari institusi pelayanan publik hingga aparat keamanan dan dunia pendidikan.

“Skandal ijazah palsu Jokowi adalah kejahatan moral dan hukum dari rekayasa konspiratif yang dilakukan terstruktur, sistematis, dan masif,” tulis Yusuf kepada wartawan, Senin (25/11/2025).

Ia juga menilai bahwa berbagai pihak yang seharusnya menjadi representasi negara tampak turut terlibat atau setidaknya mengetahui dugaan rekayasa tersebut.

Gugatan yang awalnya menggeliat melalui aksi Prof. Eggi Sudjana kemudian menjadi lebih masif lewat langkah Dr. Roy Suryo, Dr. Rismon Sianipar, dan para akademisi lainnya. Namun perjalanan mereka justru berbalik arah setelah beberapa di antaranya kini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya.

Menurut Yusuf, perjuangan kelompok penggugat ijazah itu menghadapi situasi dilematis yang hanya menyisakan dua pilihan: melakukan kompromi demi stabilitas negara atau tetap mempertahankan idealisme meski berisiko menanggung tekanan lebih besar.

“Pertanyaan besarnya kini: apakah inisiatif mediasi antara Jokowi dan para penggugat akan diterima oleh Roy Suryo cs? Hanya mereka yang dapat menjawab secara jernih dan matang,” ujarnya.

Ia menegaskan, polemik ijazah Jokowi yang muncul sejak awal masa jabatan hingga kini purna bakti, telah menjelma menjadi semacam gugatan terhadap negara itu sendiri, mengingat status Presiden selama ini bertumpu pada dokumen yang kini tengah digugat keasliannya.

Yusuf menutup refleksinya dengan pertanyaan besar mengenai masa depan kasus ini: Apakah ujung skandal ijazah Jokowi akan berakhir dengan mediasi, atau justru menjadi pemantik revolusi?

“Biarlah sejarah yang mencatatnya,” pungkasnya.