News  

PPJNA 98: Negara Hadir Nyata, Prabowo dan Dasco Konsisten Kawal Pemulihan Pascabencana Aceh

Anto Kusumayuda (IST)

Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis ’98 (PPJNA 98), Anto Kusumayuda, menegaskan bahwa negara menunjukkan kehadiran nyata dalam menangani dampak bencana alam yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatra. Menurutnya, perhatian serius Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjadi bukti bahwa pemulihan pascabencana tidak dibiarkan berjalan sendiri oleh daerah.

Dalam keterangannya kepada media, Anto menyampaikan bahwa sejak fase tanggap darurat hingga masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah pusat terus memantau dan mengawal proses pemulihan secara intensif. Ia menilai langkah-langkah yang diambil tidak sekadar bersifat simbolik, tetapi menyentuh kebutuhan riil masyarakat terdampak.

“Kami di PPJNA 98 melihat secara langsung bahwa Presiden Prabowo dan Prof. Sufmi Dasco Ahmad sangat konsen dalam mengawal perbaikan pascabencana di Aceh. Ini adalah bentuk kehadiran negara yang sesungguhnya, bukan hanya pernyataan di atas kertas,” ujar Anto Kusumayuda dalam pernyataan kepada wartawan, Selasa (30/12/2025).

Anto menyoroti peran strategis Sufmi Dasco Ahmad sebagai pimpinan DPR RI yang turun langsung memimpin koordinasi lintas lembaga dalam penanganan pascabencana. Kehadiran Dasco di Aceh bersama Satgas DPR RI, menurut Anto, memberikan pesan kuat bahwa parlemen tidak hanya menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan dari Jakarta, tetapi hadir di tengah rakyat saat menghadapi situasi krisis.

PPJNA 98 memandang langkah Dasco membangun komunikasi langsung dengan pemerintah daerah, kementerian terkait, serta lembaga teknis sebagai upaya memotong jalur birokrasi yang berbelit. Hal ini dinilai krusial agar rehabilitasi infrastruktur, pemulihan ekonomi masyarakat, dan distribusi bantuan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

Selain Dasco, Anto juga menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal memerintahkan seluruh jajaran kabinet untuk bergerak cepat membantu masyarakat terdampak bencana. Mulai dari penanganan darurat, pemulihan akses transportasi, hingga rencana pembangunan kembali kawasan terdampak menjadi prioritas utama pemerintah.

Menurut Anto, kepemimpinan Prabowo terlihat dari ketegasan instruksi serta keberanian mengambil keputusan cepat dalam situasi krisis. Ia menilai pendekatan ini mencerminkan karakter kepemimpinan yang berpihak pada rakyat, khususnya mereka yang sedang mengalami musibah.

“Pak Prabowo tidak ingin rakyat berlama-lama berada dalam kondisi darurat. Target pemulihan yang jelas dan terukur menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi dan melayani masyarakat,” katanya.

Sebagai organisasi yang lahir dari semangat reformasi, PPJNA 98 menaruh perhatian besar pada praktik pemerintahan yang transparan dan berpihak pada rakyat. Anto menyebut sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam penanganan bencana sebagai contoh positif bagaimana demokrasi bekerja untuk kepentingan publik.

Ia menekankan bahwa kolaborasi antara Presiden Prabowo dan pimpinan DPR RI perlu terus dijaga, tidak hanya dalam isu kebencanaan, tetapi juga dalam agenda besar pembangunan nasional, pengentasan kemiskinan, dan penguatan kesejahteraan rakyat.

Lebih jauh, Anto berharap pemulihan pascabencana di Aceh tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Ia mendorong agar pemerintah juga memberi perhatian pada pemulihan sosial, psikologis, serta ekonomi masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan sektor pertanian yang terdampak cukup parah.

PPJNA 98, kata Anto, siap menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengawal proses pemulihan agar berjalan adil, transparan, dan berkelanjutan.

“Bencana adalah ujian bagi negara. Dan hari ini, kami melihat negara hadir. Tugas kita bersama adalah memastikan pemulihan ini benar-benar membawa harapan dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Aceh,” pungkas Anto Kusumayuda.