News  

Yusuf Blegur Soroti Krisis Kedaulatan Rakyat, Sebut Gerakan Rakyat Harus Lebih dari Sekadar Partai Politik

Yusuf Blegur (IST)

Aktivis sekaligus pemikir kebangsaan Yusuf Blegur menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi demokrasi dan tata kelola negara di Indonesia. Dalam pernyataan bertajuk “Gerakan Rakyat Lebih dari Sekadar Partai Politik” yang ditulis di Bekasi, 10 Februari 2026, ia menilai rakyat kian kehilangan kedaulatan, sementara negara dianggap menjauh dari nilai keadaban, keadilan, dan kesetaraan.

Menurut Yusuf, situasi sosial-politik saat ini menggambarkan kondisi yang seolah tanpa pemerintahan efektif dan mengarah pada gejala failed state. Ia mengutip pemikiran Bung Karno tentang eksploitasi bangsa atas bangsa dan manusia atas manusia, yang dinilai masih relevan dengan realitas kekinian.

Ia menggambarkan rakyat sebagai kelompok yang terus mengalami penghisapan, kemunduran peradaban, serta terjebak dalam kemiskinan dan kebodohan struktural. Di sisi lain, segelintir elite disebut menikmati dominasi ekonomi dan politik, bahkan menjadi komprador kepentingan asing.

Yusuf juga menyoroti praktik kekuasaan yang dinilainya sarat korupsi, manipulasi, dan represi. Pajak dianggap menekan rakyat, hukum dipersepsikan dapat diperjualbelikan, sementara politik menjadi alat tekanan. Kondisi tersebut, katanya, melahirkan frustrasi sosial di tengah gaya hidup hedonistik sebagian kelompok masyarakat.

Kritik lebih jauh diarahkan pada institusi negara yang disebut kehilangan fungsi pelayanan publik dan cenderung menjadi alat kekuasaan. Ia menilai kerusakan sistemik itu berakar pada peran partai politik yang dianggap gagal melahirkan kepemimpinan berintegritas serta tata kelola pemerintahan yang sehat.

“Baik buruknya pemerintahan adalah cerminan baik buruknya partai politik,” tulis Yusuf, seraya menyebut fenomena partai koruptif, pragmatis, nepotistik, hingga praktik state capture sebagai persoalan utama demokrasi.

Melalui gagasan “Gerakan Rakyat”, Yusuf mengisyaratkan perlunya kekuatan politik yang melampaui sekadar struktur partai, yakni gerakan yang mampu mengembalikan kedaulatan rakyat serta menegakkan keadilan sosial.

Tulisan ini merupakan bagian pertama dari rangkaian pandangan Yusuf Blegur mengenai arah perjuangan rakyat dan masa depan demokrasi Indonesia.