Pendakwah Ustadz Derry Sulaiman menyinggung ironi sikap manusia modern terhadap kekayaan alam dengan mengangkat kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW yang menolak tawaran emas Gunung Uhud. Hal ini disampaikan Ustadz Derry dalam sebuah wawancara yang ditayangkan melalui akun Instagram miliknya, yang ramai diperbincangkan warganet.
Dalam tayangan tersebut, Ustadz Derry tampak berdialog dengan kecerdasan buatan (AI) terkait kisah Nabi Muhammad SAW yang pernah ditawari Malaikat Jibril untuk mengubah Gunung Uhud menjadi emas. Tawaran itu, menurut sejumlah riwayat, diberikan di tengah kesulitan hidup yang dialami Rasulullah.
“Pernah enggak, kamu tahu cerita tentang Nabi Muhammad SAW ketika ditawarkan Malaikat Jibril SAW untuk mendapatkan Gunung Uhud menjadi emas, tambang emas, lalu ditolak?” tanya Ustadz Derry kepada AI dalam video tersebut.
AI kmudian menjelaskan bahwa kisah tersebut dikenal dalam beberapa riwayat. Nabi Muhammad SAW menolak tawaran itu karena memilih jalan kesabaran dan ketabahan, serta lebih mengutamakan kepentingan umat dan mengharapkan rahmat Allah SWT daripada kekayaan duniawi.
Menanggapi penjelasan tersebut, Ustadz Derry pun menekankan pesan moral yang relevan dengan kondisi saat ini. Ia menyebut, jika emas sebesar Gunung Uhud saja ditolak oleh Nabi Muhammad SAW, maka seharusnya umat Islam mampu menahan diri dari kerakusan terhadap kekayaan alam.
“Berarti sebetulnya gitu, Pak. Ketika orang beriman ditawarkan emas, apalagi cuma tambang batu bara ya, ini emas lho. Menolak Pak, kalau mau ikut Nabi Muhammad,” ujar Ustadz Derry.
Ia kemudian menyampaikan kritik tajam terhadap praktik eksploitasi sumber daya alam yang kian masif. “Nabi Muhammad saja menolak, tapi sekarang, tambang digali-gali,” ucapnya.

Dalam hadits itu, Jibril pernah mendatangi Rasulullah SAW, dan berkata :
” Sesungguhnya Allah memberi salam kepadamu dan berkata, apakah engkau mau, Aku jadikan gunung ini menjadi emas dan gunung ini selalu bersamamu kemana engkau pergi ?”. Maka Rasulullah SAW diam menundukkan kepalanya sejenak, lalu berkata: ”Wahai Jibril sesungguhnya dunia ini adalah rumah bagi siapa yang tidak punya rumah dan harta bagi siapa yang tidak punya harta, dan tempat berkumpul yang tidak mempunyai akal“. Kemudian Jibril berkata: ” Ya Muhammad, Allah telah menguatkan engkau dengan perkataan yang benar “.
Dalam hadits lain, juga diriwayatkan dari Aisyah, Rasulullah SAW berkata kepadaku :
”Sesungguhnya Allah menawarkan kepadaku dataran Makkah untuk dijadikan emas dan diberikan kepadaku, maka aku menolaknya, lalu aku berkata: Aku tidak mengharapkan itu semuanya Ya Allah, akan tetapi aku lebih senang sehari lapar dan sehari kenyang. Tatkala hari yang aku merasakan lapar, aku merendah diri dan berdoa kepada-Mu, sementara tatkala hari yang aku merasakan kenyang, aku bersyukur dan memuji-Mu“.
Sedangkan dalam Shahih Bukhari dijelaskan:
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الرَّبِيعِ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ قَالَ قَالَ أَبُو ذَرٍّ كُنْتُ أَمْشِي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَرَّةِ الْمَدِينَةِ فَاسْتَقْبَلَنَا أُحُدٌ فَقَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ قُلْتُ لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا يَسُرُّنِي أَنَّ عِنْدِي مِثْلَ أُحُدٍ هَذَا ذَهَبًا تَمْضِي عَلَيَّ ثَالِثَةٌ وَعِنْدِي مِنْهُ دِينَارٌ إِلَّا شَيْئًا أَرْصُدُهُ لِدَيْنٍ إِلَّا أَنْ أَقُولَ بِهِ فِي عِبَادِ اللَّهِ هَكَذَا وَهَكَذَا وَهَكَذَا
Artinya: “Telah menceritakan kepada kami (Al Hasan bin Ar Rabi’) telah menceritakan kepada kami (Abu Al Ahwash) dari (Al A’masy) dari (Zaid bin Wahb), dia berkata: (Abu Dzar) berkata: “Aku pernah jalan-jalan bersama Nabi SAW di Harrah Madinah (tempat yang banyak bebatuan hitamnya), lalu kami menghadap ke arah gunung Uhud, beliau pun bersabda: “Wahai Abu Dzar!.” Jawabku: ‘Baik, ya Rasulullah SAW.’ Beliau melanjutkan: ‘Aku tidak suka bila emas sebesar gunung Uhud ini menjadi milikku dan bermalam di rumahku hingga tiga malam, kemudian aku mempunyai satu dinar darinya, kecuali satu dinar tersebut akan gunakan untuk membayar hutangku. Atau akan memberikannya kepada hamba-hamba Allah begini, begini dan begini.” (Shahhlih Bukhari 5963).
Pernyataan Ustadz Derry dan hadits di atas menjadi pengingat moral sekaligus kritik sosial terhadap orientasi pembangunan yang dinilai terlalu bertumpu pada eksploitasi tambang, sering kali dengan mengorbankan lingkungan dan keadilan sosial. Kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW, menurutnya, seharusnya menjadi cermin bagi umat dalam menentukan sikap terhadap harta, kekuasaan, dan amanah menjaga bumi.












