Dave Laksono Nilai Pernyataan Dubes AS Soal Israel Raya Cakup 5 Negara Bisa Ganggu Stabilitas dan Perdamaian Kawasan

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Mike Huckabee baru-baru ini berpotensi menimbulkan salah tafsir dan mengganggu stabilitas kawasan.

Menurut Dave, pernyataan yang memberi kesan seolah-olah pendudukan dapat dibenarkan tidak sejalan dengan prinsip hukum internasional maupun semangat berbagai resolusi yang telah ditegakkan komunitas global.

“Ungkapan tersebut berpotensi menimbulkan salah tafsir serta dapat mengganggu upaya menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan,” kata Dave kepada Inilah.com, Selasa (24/2/2026)

Ia menyebut, pernyataan tersebut telah menimbulkan keprihatinan mendalam. Karena itu, sikap tegas dari otoritas nasional bersama sejumlah negara sahabat, dinilai sebagai bentuk komitmen menjaga prinsip hukum internasional dan menolak segala bentuk legitimasi terhadap pendudukan.

Dave menegaskan, Komisi I DPR mendukung penuh langkah tersebut. Menurut dia, pernyataan bernuansa provokatif bukan hanya berpotensi melukai semangat perjuangan masyarakat yang terdampak, tetapi juga dapat menghambat proses perdamaian yang tengah diupayakan komunitas internasional.

Sebagai alat kelengkapan dewan yang memiliki fungsi pengawasan terhadap kebijakan luar negeri, Komisi I DPR, lanjut Dave, berkomitmen mendukung solusi yang adil, bermartabat, dan sesuai prinsip hukum internasional.

“Setiap pernyataan yang memberi kesan melegitimasi pendudukan jelas bertentangan dengan semangat tersebut, sehingga perlu ditegaskan penolakannya secara konsisten dan berimbang,” ujar Dave.

Komisi I DPR juga, kata Dave, menyerukan agar seluruh pihak, khususnya negara-negara yang memiliki pengaruh besar, lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menyampaikan pandangan terkait isu-isu sensitif di kawasan.

“Jalan menuju perdamaian tidak akan tercapai melalui retorika yang provokatif, melainkan melalui diplomasi yang konstruktif, penghormatan terhadap hukum internasional, serta komitmen bersama untuk menciptakan keadilan dan keamanan yang berkelanjutan bagi semua pihak yang terdampak,” jelas dia menutup.

Sebelumnya, pernyataan kontroversial keluar dari mulut Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee. Dalam sebuah wawancara panas, Huckabee sempat mengamini bahwa Israel ‘berhak’ atas seluruh wilayah yang membentang dari Sungai Efrat hingga Sungai Nil—sebuah cakupan geografis yang melibas kedaulatan lima negara Arab serta wilayah Palestina.

Pernyataan yang memicu gelombang reaksi ini terlontar dalam The Tucker Carlson Show yang disiarkan pada Jumat (20/2/2026). Meski belakangan ia buru-buru meralat ucapannya sebagai sebuah ‘hiperbola’, nasi sudah menjadi bubur. Isu ‘Greater Israel’ kembali memanas di panggung geopolitik Timur Tengah.(Sumber)