Bukannya mengirimkan karangan bunga atau pesan duka cita, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump justru meluapkan sentimen pribadinya atas wafatnya eks Direktur FBI, Robert Mueller. Mueller dikabarkan mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (21/3/2026) waktu setempat.
Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menunjukkan sikap dingin yang jauh dari kesan simpati. Ia secara terang-terangan mengaku lega atas kepergian pria yang pernah menyudutkannya lewat investigasi besar tersebut.
“Robert Mueller meninggal dunia. Bagus, saya senang dia meninggal,” tulis Trump dengan nada provokatif.
Tak berhenti di situ, Trump menambahkan bahwa kematian Mueller berarti berakhirnya ancaman bagi pihak-pihak yang dianggapnya tidak bersalah.
“Dia tidak bisa lagi menyakiti orang yang tak bersalah!” cetusnya.
Dendam Lama Investigasi Rusia
Sikap bermusuhan ini bukanlah tanpa alasan. Nama Mueller menjadi ‘momok’ bagi Trump sejak investigasi campur tangan Rusia dalam Pemilihan Presiden AS 2016 mencuat.
Kala itu, Mueller ditunjuk sebagai penasihat khusus oleh Departemen Kehakiman untuk menguliti dugaan kolusi antara tim kampanye Trump dan Kremlin.
Meski Mueller telah pensiun dari FBI pada 2013 setelah menjabat selama 12 tahun, ia dipanggil kembali untuk memimpin penyelidikan yang sempat mengguncang gedung putih tersebut.
Berpulang di Usia 81 Tahu
Robert Mueller meninggal dunia pada usia 81 tahun. Berdasarkan laporan Reuters dan MS Now, tokoh kunci dalam sejarah intelijen AS ini memang telah lama berjuang melawan kondisi kesehatannya.
Meskipun penyebab resmi kematiannya belum dirilis secara mendetail, New York Times mencatat bahwa Mueller sempat didiagnosis mengidap penyakit Parkinson pada tahun lalu.
Sosok Berintegritas di Mata Rekan Kerja
Berbeda terbalik dengan serangan verbal Trump, kolega Mueller di firma hukum WilmerHale—tempat terakhirnya mengabdi hingga pensiun pada 2021—mengenang sang mantan Direktur FBI sebagai sosok teladan.
“Bob (Robert Mueller) adalah pemimpin yang luar biasa, pelayan publik yang tulus, dan sosok dengan integritas luar biasa,” tulis pernyataan resmi dari WilmerHale.
Mueller meninggalkan warisan panjang di dunia penegakan hukum AS, termasuk perannya menavigasi FBI pasca-serangan 11 September, sebelum akhirnya namanya terseret dalam pusaran polarisasi politik di era kepemimpinan Trump.(Sumber)












