Tiga warga negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla (GSF) mengungkapkan berbagai macam penyiksaan yang dilakukan oleh tentara Israel kepada mereka selama masa penawanan. Siksaan tersebut mulai dari ditendang, ditembak, bahkan ditelanjangi.
Diketahui, ada 9 WNI relawan GSF yang berhasil kembali ke Tanah Air usai berhari-hari ditawan tentara Israel. Ke-9 relawan tersebut tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Relawan GSF Dirantai-Ditelanjangi
Salah seorang relawan GSF, Bambang Noroyono, menyebut selama masa penawanan para relawan diborgol. Bahkan, ada waktu di mana para relawan GSF ditelanjangi.
“Diborgol, sangat ketat, masih ada lukanya juga, kaki dirantai, kemudian ditelanjangi. Jangan lupa itu ada 3 kali penelanjangan,” kata Bambang kepada wartawan di Bandara Soetta.
Relawan GSF Ditembak
Relawan GSF lainnya, Herman Budianto, juga mengungkapkan kekejaman lain yang dilakukan tentara Israel. Kekejaman yang diterima para relawan mulai dari dipukul, ditendang hingga ditembak.
“Banyak sekali yang mengalami cedera berat; rusuk patah ada sekitar 40 orang, patah tangan, patah kaki, patah hidung, ada yang ditembak, dan seterusnya,” ucap Bambang dalam jumpa pers di Bandara Soetta.
Dilempari Granat Kejut
Relawan GSF lainnya, Rahendro Herubowo, menceritakan bahwa selama penculikan dia mengalami berbagai penyiksaan, dari mulai dipukul, ditendang, hingga disetrum oleh Zionis Israel. Bahkan, Heru menyebut para Zionis Israel juga tak segan-segan melempar granat kejut ke arah para relawan GSF.
“Di mana setiap kita melakukan sesuatu mereka melemparkan granat kejut yang cukup keras juga dan setiap kita berpindah tempat ke tempat lain itu luar biasa kita harus menunduk, setiap kali kita angkat kepala sedikit pun kita ditendang dipukul,” terang Heru dalam jumpa pers di Bandara Soetta.
RI Kecam Tindakan Zionis Israel
Sebanyak 9 WNI relawan GSF telah tiba di Tanah Air setelah sempat ditangkap oleh Zionis Israel. Meski 9 relawan sampai dengan selamat, pemerintah RI tetap tak kendur sedikit pun mengecam tindakan Israel terhadap 9 WNI tersebut.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan kecaman Indonesia terhadap tindakan Israel terhadap relawan GSF telah resmi disampaikan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 21 Mei 2026 lalu.
“Indonesia kembali mengecam perlakuan yang dilakukan, yang diperlakukan, yang diberikan kepada saudara-saudara kita jelas merupakan satu pelanggaran dari hukum internasional. Mereka adalah masyarakat sipil yang mengusahakan bantuan kemanusiaan kepada saudara-saudara kita yang ada di Palestina. Ini merupakan suatu tindakan yang tidak bisa diterima dan tidak boleh dibiarkan,” kata Sugiono di Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026).(Sumber)












