News  

Rizal Fadillah: Prabowo Dinilai Belum Membaca Ancaman Politik dari Manuver Gibran

Pemerhati politik dan kebangsaan, M Rizal Fadillah, melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Prabowo Subianto terkait dinamika politik yang berkembang di pemerintahan saat ini.

Dalam tulisan yang diterbitkan pada Rabu (17/6/2026), Rizal menilai Prabowo belum mampu membaca secara utuh konstelasi politik domestik yang menurutnya tengah bergerak ke arah perebutan pengaruh dan kekuasaan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Rizal, berbagai manuver politik yang dilakukan Gibran belakangan ini tidak dapat dipandang sebagai aktivitas politik biasa. Ia menilai terdapat upaya membangun citra dan posisi politik tersendiri yang berpotensi menggeser dominasi politik Prabowo di mata publik.

“Prabowo dinilai lebih fokus menghadapi ancaman eksternal, sementara dinamika politik internal justru berkembang di sekitarnya,” tulis Rizal.

Ia menyoroti sejumlah peristiwa ketika kelompok masyarakat, mulai dari pengemudi ojek online hingga mahasiswa, melakukan pertemuan dengan Gibran di tengah meningkatnya gelombang kritik terhadap pemerintah. Menurutnya, momentum tersebut dimanfaatkan untuk membangun citra Gibran sebagai figur yang responsif terhadap aspirasi publik.

Rizal menilai langkah-langkah tersebut berpotensi menciptakan persepsi bahwa Gibran lebih dekat dengan masyarakat dibandingkan Presiden Prabowo. Ia bahkan menyebut pola komunikasi politik tersebut memiliki kemiripan dengan strategi yang selama ini identik dengan ayah Gibran, Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Dalam tulisannya, Rizal juga mengaitkan perkembangan tersebut dengan munculnya sejumlah desakan pemakzulan terhadap Gibran yang sebelumnya disuarakan oleh sebagian aktivis dan purnawirawan TNI. Ia mempertanyakan sikap Prabowo yang dinilai tetap memberikan perlindungan politik kepada wakil presidennya.

Lebih jauh, Rizal berpendapat bahwa apabila Prabowo ingin mengamankan stabilitas kepemimpinannya, maka Presiden perlu lebih cermat membaca arah perkembangan politik nasional serta berbagai potensi ancaman yang muncul dari dalam lingkaran kekuasaan sendiri.

Pada bagian akhir tulisannya, Rizal kembali menegaskan pandangannya bahwa kepemimpinan Prabowo-Gibran gagal menjawab berbagai persoalan bangsa. Karena itu, ia menyerukan agar elemen-elemen masyarakat terus mengawal jalannya pemerintahan dan mengkritisi setiap dinamika politik yang berkembang.