Pemerhati politik dan kebangsaan M Rizal Fadillah melontarkan kritik tajam terhadap rangkaian safari budaya yang diikuti Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi. Menurutnya, simbol-simbol budaya yang muncul dalam kunjungan tersebut memunculkan beragam tafsir dan memicu kontroversi di tengah masyarakat.
Dalam artikel opininya yang ditulis di Bandung pada Sabtu (4/7/2026), Rizal menyoroti prosesi adat di Lampung yang menampilkan Jokowi menginjak kepala kerbau di atas hamparan karpet merah. Ia menilai peristiwa tersebut memiliki makna simbolik yang kemudian berkembang menjadi polemik.
“Masih bergidig mengerikan membayangkan upacara adat di Lampung saat Jokowi menginjak kepala kerbau di atas hamparan karpet berwarna merah. Simbolik multi makna yang menimbulkan kontroversi,” tulis Rizal.
Ia juga menilai safari Jokowi ke sejumlah daerah, yang menurutnya akan berlanjut ke Nusa Tenggara Timur dan Jawa Barat, sarat dengan pesan politik. Rizal menyebut kegiatan tersebut dibingkai sebagai pemenuhan undangan masyarakat, namun ia mempertanyakan antusiasme publik terhadap agenda tersebut.
Dalam tulisannya, Rizal menggunakan berbagai analogi, termasuk kisah dalam mitologi Yunani mengenai Minotaur, sosok manusia berkepala kerbau, serta cerita rakyat Nusantara tentang Mahesa Sura atau Lembu Sura di Gua Kiskendo. Menurutnya, simbol manusia berkepala kerbau kerap dikaitkan dengan sifat arogan, kehilangan akal sehat, serta mudah dikendalikan oleh nafsu kekuasaan.
Rizal kemudian mengaitkan analogi tersebut dengan situasi politik nasional. Ia menilai Jokowi masih berupaya mempertahankan pengaruh politiknya setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Menurut Rizal, safari budaya tersebut juga merupakan bagian dari upaya menjaga eksistensi politik sekaligus mengalihkan perhatian publik dari polemik mengenai dugaan ijazah palsu yang selama ini menjadi sorotan terhadap Jokowi.
Di akhir tulisannya, Rizal menutup dengan kalimat bernada satire yang menggambarkan perubahan simbolik dari kepala kerbau menjadi manusia berkepala kerbau sebagai kritik terhadap perilaku politik yang dinilainya semakin jauh dari akal sehat.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi M Rizal Fadillah sebagai pemerhati politik dan kebangsaan. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan dari pihak Jokowi terkait isi kritik yang disampaikan dalam artikel tersebut.












