Hingga saat ini polisi masih belum berhasil mengungkap pelaku pembunuhan satpam bernama Sumarna yang jasadnya ditemukan di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026) lalu.
Sejumlah fakta telah terungkap sejak dilakukannya pemeriksaan sejumlah saksi serta hasil autopsi yang menyebutkan adanya luka memar otot di leher, terutama di bagian belakang. Polisi juga memastikan korban terlebih dulu dihabisi nyawanya sebelum dibuang ke Waduk Jatiluhur.
“Tenggorokan korban tidak ditemukan benda seperti lumpur dan pasir, kematiannya itu disebabkan sebelum yang bersangkutan tenggelam, kondisinya masih hidup,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan, Senin (3/8/2026).
Fakta lainnya yakni adanya dugaan kuat, pembunuhan korban sudah direncanakan. Ini diketahui dari temuan borgol di tangan korban yang merupakan milik orang lain atau sudah disiapkan pelaku. Sementara borgol milik korban masih menyangkut di saku celana.
“Perlengkapan satpamnya (korban) itu masih utuh. Sehingga kita duga borgol yang digunakan pelaku dalam hal ini yang melakukan pembunuhan ini bukan dari borgol korban, berarti dari pelaku,” jelasnya.
Meski begitu, polisi masih belum memastikan kasus tewasnya petugas keamanan Perum Jasa Tirta (PJT) II ini merupakan pembunuhan berencana.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV, korban sempat pergi meninggalkan pos jaga, Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB dan kembali ke pos jaga, Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Aktivitas ponsel dan ditambah keterangan saksi, Sumarna memang sempat pergi pada Kamis malam ke lokasi yang cukup jauh, sekitar 3,2 kilometer dari pos jaga. Setelah kembali ke pos jaga, korban pergi hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
“Ada anomali bahwa yang bersangkutan tidak langsung menjurus ke lokasi di tempat dia tenggelam. Dia melewati perumahan-perumahan, di mana di situ tempatnya gelap, tidak ada penerangan lampu dan memasuki sekitar rumah-rumah ini. Bisa kita simpulkan bahwa perjalanan dari membawa si korban menuju ke lokasi TKP tidak langsung lurus pos itu ke TKP ditemukannya jenazah,” ungkap Hendra.
Dari keterangan saksi mata, mengaku sempat mendengar adanya suara gaduh disertai teriakan minta tolong pada Jumat dini hari. Selain itu, saksi juga mengaku bertemu korban dan bercerita sempat menegur pelaku vandalisme, namun tidak terjadi perselisihan.
Untuk mengungkap kasus ini, polisi mengerahkan anjing pelacak (K9) untuk membantu mencari petunjuk dengan menyisir area pos jaga hingga lokasi temuan korban tak jauh dari tepi waduk.
Sebelumnya, satpam Sumarna ditemukan tewas di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jumat (24/7/2026) lalu.
Saat ditemukan, korban yang masih mengenakan seragam dinas lengkap tersebut berada dalam kondisi mengenaskan dengan kedua tangan terborgol ke belakang.
Jumlah saksi yang telah diperiksa terus bertambah. Pada tahap awal penyelidikan, polisi telah meminta keterangan dari 11 orang saksi. Seiring perkembangan kasus, jumlah tersebut kini meningkat menjadi 20 orang dan masih berpotensi bertambah.
Berdasarkan keterangan awal, peristiwa bermula pada Kamis malam (23/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB ketika rekan kerja korban mendapati pos jaga dalam keadaan kosong.
Di lokasi, hanya ditemukan sepeda motor milik korban yang masih terparkir di dekat pos keamanan.
Salah seorang saksi kemudian berupaya menghubungi korban melalui telepon seluler, namun nomor korban sudah tidak dapat dihubungi. Tak lama kemudian, perangkat handie-talkie (HT) milik korban ditemukan berada di atas sebuah perahu di sekitar lokasi.
Keesokan paginya, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di perairan Waduk Jatiluhur, tidak jauh dari lokasi ditemukannya HT tersebut. Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam sekuriti lengkap.
Dugaan keterkaitan antara kematian korban dan aksi vandalisme di area waduk mencuat usai beredarnya rekaman status WhatsApp yang diduga diunggah Sumarna.
Dalam unggahan tersebut, korban memperlihatkan adanya coretan di jalan area tanggul Waduk Jatiluhur. Korban turut mengeluhkan aksi tak bertanggung jawab tersebut sebelum kejadian yang merenggut nyawanya.
Informasi yang beredar menyebutkan korban sempat menegur sekelompok orang yang tengah melakukan aksi vandalisme di area objek vital tersebut. Teguran itu diduga menjadi pemicu awal insiden yang berujung pada kematian korban.(Sumber)












