Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Gerakan Mantap Pilih Prabowo (GMPP) melalui Tunas Bumi Fest 2026 (Jatubu Fest 2026) berlangsung meriah di Alun-Alun Wonosobo, Jawa Tengah.
Digelar selama tiga hari, 8-10 Agustus 2026, festival yang diinisiasi GMPP bersama Yayasan Jagat Tunas Bumi (Jatubu) tersebut berhasil menarik puluhan ribu warga. Masyarakat tidak hanya disuguhkan hiburan, tetapi juga berbagai kegiatan yang menggabungkan pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, budaya, dan penguatan ekonomi rakyat.
Perhelatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-201 Kabupaten Wonosobo serta menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rangkaian Jatubu Fest 2026 dimulai pada Sabtu, 8 Agustus 2026, dengan Workshop Kemandirian Ekonomi yang menghadirkan Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo Mota, sebagai narasumber.
Pada malam harinya, masyarakat disuguhi pertunjukan yang menghadirkan budayawan Rocky Gerung bersama Kiai Kanjeng.
Memasuki Minggu pagi, 9 Agustus 2026, suasana Alun-Alun Wonosobo semakin semarak dengan Festival Balon Udara Tradisional. Festival tersebut secara resmi dibuka oleh Menteri Lingkungan Hidup, M. Jumhur Hidayat.
Sejumlah tokoh turut hadir, antara lain Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Prof. Dr. Yudi Chrisnandi, Rektor UPN Veteran Jakarta Prof. Dr. Anter Venus, Rizal DP, Indra J. Piliang, Hersubeno Arief, Andrianto yang merupakan Komisaris BUMN, serta Ketua Umum KNPI Taufik Lubis.
Festival balon udara tradisional tersebut tidak hanya menjadi tontonan budaya, tetapi juga membawa pesan filosofis tentang pentingnya menjaga negara dan merawat lingkungan.
Di hadapan puluhan ribu warga yang memadati lokasi acara, Koordinator Nasional GMPP Mantep Abdul Ghoni turut menyampaikan pesan mengenai pentingnya keberlanjutan pembangunan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Mantep menyoroti sejumlah program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memberikan dampak terhadap masyarakat, khususnya program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui Badan Gizi Nasional (BGN), serta program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Menurutnya, program-program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat hingga tingkat desa.
Tidak hanya berbicara mengenai ekonomi, Yayasan Jagat Tunas Bumi juga membawa program konkret dalam mendukung kemandirian masyarakat melalui sektor pertanian dan perkebunan.
Sebagai pendiri Yayasan Jatubu, Mantep Abdul Ghoni memaparkan program hibah sebanyak 192.000 bibit kopi kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Kelompok Tani Hutan (KTH).
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat sektor hulu industri kopi lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat petani.
Mantep mengajak para petani untuk tidak kehilangan optimisme dan terus mengembangkan potensi komoditas lokal sebagai sumber kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian Jatubu Fest 2026 sekaligus HUT ke-3 GMPP kemudian ditutup pada Senin malam, 10 Agustus 2026.
Puluhan ribu warga kembali memadati Alun-Alun Wonosobo untuk mengikuti malam puncak sekaligus penutupan festival.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat secara resmi menutup rangkaian kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi GMPP dan Yayasan Jagat Tunas Bumi yang dinilai telah menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
“Jatubu Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Jagat Tunas Bumi bersama GMPP dalam rangka hari ulang tahun yang ketiga, GMPP telah banyak menghadirkan kegiatan yang tentunya sangat bermakna, sangat bermanfaat karena ini akan tumbuh perekonomian di Kabupaten Wonosobo,” ujar Afif.
Malam penutupan semakin semarak dengan pertunjukan tarian budaya dari grup Saleho Karya Budaya.
Penampilan tersebut menjadi penutup rangkaian festival yang memadukan budaya, ekonomi kerakyatan, lingkungan, dan pesan kebangsaan.
Dengan antusiasme puluhan ribu warga selama tiga hari pelaksanaan, Tunas Bumi Fest 2026 menjadi momentum perayaan HUT ke-3 GMPP sekaligus ruang bagi masyarakat Wonosobo untuk menikmati kebudayaan daerah, memperkuat jejaring ekonomi rakyat, dan meneguhkan semangat menjaga lingkungan serta negara.











