Pemandian Air Panas Lombongo Akan Dikembangkan Jadi Kawasan Agrowisata

Pemandian Air Panas Lombongo
Pemandian Air Panas Lombongo

Kawasan wisata pemandian air panas Lombongo, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo akan segera dikelola menjadi kawasan agrowisata. Tanah yang menjadi tempat pembibitan tanaman hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bone Bolango itu nanti akan dikembangkan menjadi objek wisata berbasis pertanian.

“Pemandian air panas Lombongo sangat potensial untuk dikembangkan jadi kawasan agrowisata karena alamnya masih terjaga, memiliki sumber air panas. Selain itu, lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota Gorontalo,” demikian yang dikatakan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, di Gorontalo, belum lama ini.

Dalam hal penggunaan lahan tersebut oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango, Gubernur Rusli Habibie menyerahkan masalah tersebut kepada lembaga teknis daerah terkait untuk dikaji, termasuk soal sejumlah bangunan yang menjadi bagian dari objek wisata air panas Lombongo yang dikelola oleh Pemkab Bone Bolango.

“Yang pasti lahan wisata pemandian air panas Lombongo ini milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo. Makanya saya mengajak Asisten Sekda, Kepala Dinas Keuangan dan Aset serta Kepala Biro Hukum meninjau Lombongo. Kami akan kaji lagi secara administrasi dan hukum tentang tanah yang sudah didirikan bangunan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Tanaman Pangan Holtikultura, Junawir Panigoro menjelaskan tentang kronologis aset yang dikelolanya itu. Menurut Junawir, sebelum dihibahkan ke Pemerintah Provinsi Gorontalo, tanah tersebut milik Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Utara sebagai sumber benih tanaman hortikulura.

Setelah Gorontalo dimekarkan menjadi provinsi sendiri, tanah dialihkan kepemilikan kepada Pemkab Gorontalo sebelum dimekarkan jadi Kabupaten Bone Bolango. Sekarang setelah pemekaran, kepemilikan lahan wisata pemandian air panas Lombongo menjadi milik Kabupaten Bone Bolango

“Pemprov Gorontalo menyerahkan kepada Pemkab Gorontalo. Kami mulai mengurus sertifikat sejak tahun 2007, dan sekarang sudah keluar sertifikat dengan luas 26 hektar. Sisanya masih sedang kita urus. Sertifikat hak milik seluas lebih kurang 26 hektar itu merupakan bagian dari keseluruhan luas lahan yang mencapai 32 hektar,” terang Junawir.

Pemandian air panas Lombongo sendiri berada pada areal Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TN BGW). Pemandian air panas ini berada di Desa Duwano, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango. Di pemandian air panas ini, Anda akan menemukan dua kolam air panas dengan luas kurang lebih 500 m2 dan kedalamannya berkisar 1 hingga 2 meter.

No Response

Leave a reply "Pemandian Air Panas Lombongo Akan Dikembangkan Jadi Kawasan Agrowisata"