Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menegaskan, wacana TNI dilibatkan dalam memproduksi dan mendistribusikan obat bukan bagian dari dwifungsi peran TNI.
“Saya rasa tidak (dwifungsi) ya. Saya rasa tidak, karena kan TNI memiliki operasi militer perang dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Ini bisa masuk ke kategori tersebut,” ucap Dave di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (24/7/2025).
Ia menyebut, selama ini TNI memang sudah memiliki kapasitas pabrik-pabrik yang besar dan juga memiliki rumah sakit (RS) yang cukup banyak tersebar di seluruh Nusantara.
“Yang memang membutuhkan obat untuk melayani masyarakat. Jadi kesepakatan itu selama dijalankan sesuai dengan aturan dan undang-undang, serta standar kesehatan Indonesia, ya itu sangat baik,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyatakan lembaganya akan mengadakan rapat koordinasi (rakor) dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) perihal rencana produksi dan distribusi obat oleh TNI.
“Ya perkembangannya, besok sore kami akan rapat koordinasi di Kemenhan untuk membahas semuanya itu. Saya kira yang dibahas bagaimana pola distribusi obatnya, bagaimana sertifikasi obatnya,” tutur Taruna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2025).
“Bagaimana memberikan izin dan sebagainya. Termasuk nanti kalau TNI ingin berkontribusi misalnya di apotek-apotek, di koperasi desa ya,” sambungnya.
Ia menyatakan, tentu hal yang berkaitan dengan obat dan makanan merupakan tupoksi dari BPOM sehingga bila TNI ingin merealisasikan rencana tersebut, maka BPOM harus mengetahui hingga tahap mengeluarkan sertifikat atau memberikan izin.
“Badan POM memberikan apa yang disebut dengan sertifikat cara pembuatan obat atau pangan yang baik, dan nanti pada saat produknya kan kita mengeluarkan nomor izin edar. Dan distributornya TNI kita kasih rekomendasi, kasih sertifikat juga,” ungkapnya.
“Oleh karena itu, memang sangat erat hubungannya dengan BPOM. Dan rencananya TNI akan menjadikan satu lembaga khusus. Jadi tidak dipisah-pisahkan TNI, Angkatan Laut, Darat dan Udara. Dan dia juga punya laboratorium di Jawa Barat,” lanjutnya.
Taruna menyatakan, tentu lembaganya akan mendukung rencana yang memang, demi memajukan sektor pertahanan dan ketahanan negara.
“Kita sudah punya prinsip, ketahanan tangan itu penting bagian dari ketahanan nasional, tapi ketahanan obat juga sangat penting. Dan kita juga saling men-support,” kata Taruna.(Sumber)












