Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana, menyampaikan transaksi deposito judi online (judol) mencapai Rp5,8 triliun pada April 2025. Angka tersebut melonjak dibandingkan bulan sebelumnya Rp2,59 triliun.
“Bayangkan Maret 2025 Rp2,5 triliun lalu kemudian melonjak sampai Rp5,8 triliun, ini ada fenomena lebaran, dana liquid (dicairkan) dan segala macam sehingga ternyata dipakai juga untuk kepentingan judi online disana oleh saudara-saudara kita,” ujar Ivan dalam acara diskusi ‘Strategi Nasional Memerangi Kejahatan Finansial’, di JS Luansa Hotel, Jakarta, Selasa (5/8/2025).
Namun, dia mengatakan total transaksi pada bulan berikutnya menurun karena ada pemblokiran rekening dormant.
Dia merinci, pada Januari 2025 jumlah transaksi deposit judul sebesar Rp2,96 triliun. Kemudian naik pada Februari Rp3,05 triliun. Angka itu sempat turun kembali Maret 2025 sebesar Rp2,59 triliun. Namun, menjelang hari raya lebaran pada April deposito judol naik Rp5,08 triliun.
“Lalu menurun di bulan Mei 2025 (Rp2,29 triliun) dan turun lagi sekarang (Juni) Rp1,5 triliun,” kata dia.
Ivan menjelaskan penurunan deposito judol didukung oleh PPATK yang melakukan pemblokiran terhadap rekening tidur. Hal itu dilakukan untuk menjaga sistem keuangan dan kepercayaan publik terhadap perbankan.
“Justru ini dalam rangka untuk menjaga integritas sistem keuangan Indonesia yang menambah kepercayaan publik terkait dengan uang mereka, bagaimana harus mereka kelola, dan kemudian bagaimana mereka harus yakin bahwa itu memang benar-benar diamankan oleh pemerintah,” jelas dia.(Sumber)












