News  

Kajian Politik Merah Putih Ungkap Ada 4 Ancaman Besar Terhadap Prabowo

Prabowo Subianto (IST)

Ancaman pemakzulan terhadap Presiden Prabowo Subianto bukan lagi isapan jempol. Koordinator Kajian Politik Merah Putih Sutoyo Abadi, menegaskan bahwa seorang jenderal purnawirawan senior mengidentifikasi empat ancaman nyata yang bisa menggoyang kursi Presiden.

Pertama, ancaman fisik berupa serangan langsung terhadap keselamatan Presiden. Kedua, ancaman politik lewat skenario pemakzulan. Ketiga, ancaman ekonomi melalui sabotase dan kendali oligarki atas sumber daya bangsa. Keempat, ancaman sosial berupa kerusuhan, people power, hingga potensi revolusi sosial.

Menurut Sutoyo, skema infiltrasi di Indonesia telah menyentuh seluruh lini: politik dipenuhi kader titipan oligarki, aparat jadi budak backing penguasa modal, ekonomi dikuasai kartel, sementara gerakan demo mudah ditunggangi kekuatan bayaran.

“Presiden harus segera bertindak. Pampaspres harus diperkuat dengan dukungan Kopassus, pengamanan berlapis termasuk kontra-infiltrasi intelijen. Jika ada menteri, jenderal, atau orang dekat yang lebih loyal ke Jokowi dan oligarki, mereka harus segera disikat,” tegas Sutoyo kepada Radar Aktual, Jumat (5/9/2025).

Ia juga menekankan pentingnya perang narasi di media. “Jangan biarkan oligarki kuasai media. Kekuatan sejati ada di rakyat. Rakyat harus menjadi tameng politik Prabowo,” tambahnya.

Sutoyo mencontohkan Presiden Burkina Faso, Kapten Ibrahim Traore, yang berani mengambil alih kekuasaan demi rakyat. Dengan kebijakan tegas mengusir perusahaan multinasional, Traore menghadapi 19 kali upaya pembunuhan bahkan kudeta asing. Namun ia selamat karena rakyat tegak lurus melindunginya.

“Presiden Prabowo harus belajar. Jangan banyak berpidato kosong. Tinggalkan pencitraan. Jauhi Jokowi dan oligarki yang sudah jadi musuh rakyat. Bersihkan kabinet dari koruptor. Hanya kebijakan nyata pro-rakyat yang akan membuat rakyat rela mati-matian jadi tameng Presiden,” pungkasnya.