Timnas Arab Saudi sedang menjalani periode tersulit menjelang ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Timnas Arab Saudi bakal melakoni dua laga krusial kontra Timnas Indonesia dan Irak di Grup B ronde keempat.
Kedua laga bakal digelar di King Abdullah Sports City, Jeddah, pada 8 dan 14 Oktober 2025.
Untuk mencapai putaran final, setiap tim harus menjadi juara grup babak kualifikasi.
Skuad asuhan Herve Rennard jelas jadi tim yang paling diunggulkan untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Meski begitu, tim berjuluk Elang Hijau tersebut datang dengan sejumlah pekerjaan rumah.
Khaleej Gate menyebut bahwa Timnas Arab Saudi dilanda kecemasan dan ketidakstbailan teknik dan moral jelang lawan Timnas Indonesia dan Irak.
Pakar sepak bola Arab Saudi, Abdulaziz Al-Ghiama menyebut bahwa negaraya tengah mengalami krisis kepercayaan diri.
Pasalnya, Herve Renard kesulitan menemukan pemain baru yang bisa diandalkan timnya.
Biang utamanya adalah kurangnya menit bermain para pemain Arab Saudi bersama klub masing-masing.
Sebagai informasi, ada 16 pemain di Timnas Arab Saudi saat ini yang kurang menit bermain di level klub.
Faktor yang mempengaruhi minimnya menit bermain adalah kompetisi domestik mereka yang telah dibanjiri bintang-bintang sepak bola dunia.
Masuknya pemain-pemain bintang dunia jelas membuat pemain lokal kalah bersaing.
Di pos kiper Arab Saudi, tidak ada pemain yang menjadi andalan di bawah mistar klub lokal.
Situasi tersebut jelas memberikan dampak negatif bagi kesiapan fisik dan teknik untuk tampil maksimal di kompetisi internasional.
Al-Ghaima juga menjelaskan bahwa masalah Arab Saudi tidak terbatas kepada kurangnya alternatif pemain baru untuk menciptakan perbedaan.
Kebugaran para pemain Arab Saudi masih dipertanyakan sebelum jumpa Timnas Indonesia dan Arab Saudi.
Kondisi tersebut jelas membuat staf pelatih pusing jelang laga-laga penting.
Situasi tersebut membuat duel lawan Timnas Indonesia tidak akan berjalan mudah.
Pasalnya, sebagian besar pemain Timnas Indonesia adalah pemain naturalisasi yang bermain di liga-liga top Eropa dan Asia.
Selain itu, dirinya menekankan hasil pertemuan terkini Arab Saudi dan Timnas Indonesia dalam setahun terakhir.
Saat itu, Arab Saudi harus puas dengan sekali imbang dan kalah dalam dua pertemuan terakhir.
Karena itu, hasil negatif menghadapi Timnas Indonesia bakal menjadi kemunduran besar bagi sepak bola Arab Saudi.
Al-Ghiama menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa membangun kembali kepercayaan dan keharmonisan dalam tim sangat penting pada tahap ini.
Ia juga mengimbau staf pelatih untuk segera menangani aspek teknis dan psikologis, sekaligus meningkatkan semangat juang para pemain.
Dengan begitu, Arab Saudi diharapkan dapat kembali ke performa terbaiknya dan melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.(Sumber)












