Sastrawan politik Ahmad Khozinudin kembali melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Prabowo Subianto. Melalui tulisannya berjudul “Hidup Jokowi! Kapan Hidup Rakyat Banten Tuan Presiden?”, Khozinudin menyoroti kebijakan Prabowo yang dinilai lebih berpihak kepada mantan Presiden Joko Widodo dan para oligarki, ketimbang kepada rakyat kecil.
Khozinudin mengawali tulisannya dengan mengingatkan pernyataan Prabowo yang bersedia menanggung utang proyek kereta cepat Whoosh. Ia menyebut keputusan itu sebagai bentuk “deklarasi” dukungan terhadap Jokowi.
“Kebijakan Prabowo yang ambil alih utang (baca: korupsi) Whoosh, menandai deklarasi teriakan: Hidup Jokowi,” tulisnya, Kamis (6/11/2025).
Menurutnya, masyarakat yang berharap kasus dugaan korupsi proyek kereta cepat bisa membuka tabir penyimpangan pada era Jokowi kini dibuat kecewa. Ia bahkan menduga penyelidikan KPK terhadap kasus ini akan berujung antiklimaks.
“KPK yang sedang menyelidiki kasus ini, kuat dugaan akan berujung anti klimaks, dengan menyatakan tidak ada unsur korupsi,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Khozinudin mempertanyakan keberpihakan Prabowo terhadap rakyat. Ia menyoroti proyek reklamasi dan pembangunan Pantai Indah Kapuk (PIK)-2 yang berada di wilayah pesisir Tangerang, Banten.
Meski status Proyek Strategis Nasional (PSN) PIK-2 telah dicabut, proyek milik taipan Aguan dan Anthoni Salim disebut masih terus berjalan, bahkan melakukan reklamasi laut tanpa izin.
“Prabowo sudah hapus status PSN PIK-2. Tapi mengapa proyek PIK-2 milik Aguan dan Anthoni Salim jalan terus? Bahkan, di depan hidung Prabowo, tanpa izin melakukan reklamasi laut hingga batas pagar laut?” tulisnya.
Khozinudin menuding proyek tersebut bukan hanya merampas tanah rakyat seperti yang dialami warga Kohod, Charlie Chandra, dan Haji Fuad Efendi Zarkasi, tetapi juga menggerus kedaulatan negara.
“Wilayah negara dikerat-kerat oleh ambisi kerakusan oligarki properti. Mereka merampas wilayah laut, sungai, jalan, fasos, fasum, dan mendelegitimasi otoritas negara,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa persoalan seperti ini bukan hanya terjadi di Banten, melainkan juga di wilayah lain seperti Rempang, Surabaya, Papua, Madura, Sulawesi, dan Kalimantan.
“Semua itu proyek oligarki yang difasilitasi negara di era Jokowi. Semua itu merampas tanah rakyat dan merobek kedaulatan negara,” tegasnya.
Di akhir tulisannya, Ahmad Khozinudin menantang Prabowo untuk membuktikan keberpihakannya kepada rakyat.
“Tuan Presiden, kapan Anda akan pasang badan untuk rakyat? Menunggu kampanye Pilpres? Atau, jangan-jangan Anda sudah berikrar akan melayani kepentingan oligarki dan Jokowi,” tutupnya.











