Ketua DPP PKB sekaligus eks Anggota Komisi VIII DPR, Luluk Nur Hamidah, menyoroti penunjukan Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service dan Al Bait Guests sebagai pemenang tender penyelenggaraan haji 2026. Luluk mempertanyakan keputusan pemerintah, terutama jika mitra atau syarikah sebelumnya bermasalah pada penyelenggaraan haji 2024 dan 2025.
“Jika benar ada mitra yang bermasalah tapi menang tender, maka pemerintah perlu memberikan penjelasan ke publik, apa dasar penetapannya,” ujar Luluk kepada inilah.com, dikutip Minggu (26/10/2025).
Luluk berharap penyelenggaraan haji 2026 berjalan lebih baik, nyaman, dan memenuhi hak-hak jemaah. Menurutnya, pemerintah perlu memberikan efek jera bagi pihak mitra yang tidak menjalankan layanan sesuai ketentuan.
“Termasuk pemerintah harusnya memberikan efek jera bagi para pihak yang menjadi mitra tapi tidak menjalankan layanan sesuai ketentuan. Transparansi dan akuntabilitas sangat penting dalam penyelenggaraan haji yang lebih baik,” kata dia.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menantang pihak yang menuding Rakeen dan Al Bait Guests agar melaporkan tudingan tersebut ke aparat penegak hukum, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung, bila memiliki bukti.
“Ya kalau emang, kalau emang merasa punya data, sampaikanlah ke KPK, iya apakah Kejaksaan, biar bisa diselesaikan,” ujar Gus Irfan di Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Gus Irfan memastikan penunjukan Rakeen dan Al Bait Guests sebagai pemenang tender telah melalui prosedur dan mekanisme seleksi yang berlaku. Ia menepis kabar adanya intervensi mafia haji maupun peran Amin Indragiri sebagai penentu proyek. “Enggak ada (intervensi dari Amin Indragiri). Saya ada tim sendiri,” tegasnya.
Ia juga membantah menerima imbalan atas penunjukan kedua perusahaan tersebut. “Tidak ada feedback, tidak ada cashback, tidak ada fee yang harus kamu bayar. Kalau kamu merasa punya untung, wujudkan dalam bentuk pelayanan kepada jamaah,” kata Gus Irfan.
Terkait kedekatannya dengan Amin Indragiri, Gus Irfan menjelaskan pertemuan terjadi setelah proses seleksi pemenang tender selesai. “Baru-baru selesai bidding pemenang dua. Pemenang dua, kita kumpulkan di Kantor Urusan Haji (KUH) Kementerian Haji. Jadi rapat ada KJRI, ada tim semua gimana mau kondisikan, lengkap. Kalau mengondisikan itu diam-diam dua orang di hotel,” jelasnya.(Sumber)












