Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia secara resmi dibuka di Fakultas Bahasa dan Terjemahan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Pembukaan program studi ini menandai babak baru pengakuan Bahasa Indonesia di kancah pendidikan tinggi internasional.
Informasi ini disampaikan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta pada Sabtu (9/11/2025). Peresmian Program Studi Bahasa Indonesia tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti, pada 6 November 2025.
Tonggak Penting Bahasa Internasional
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembukaan program studi ini merupakan tonggak penting bagi pengakuan Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Ia menilai, langkah Universitas Al-Azhar Kairo ini patut diapresiasi tinggi.
“Bahasa bukan sekadar alat komunikasi semata, melainkan juga pemersatu bangsa. Bahasa Indonesia adalah salah satu bahasa dengan penutur terbanyak di dunia,” ujar Abdul Mu’ti, menekankan posisi strategis Bahasa Indonesia di dunia.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Grand Sheikh Al-Azhar serta seluruh pimpinan universitas atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada Indonesia. Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menggarisbawahi peran penting Al-Azhar dalam membina ribuan mahasiswa Indonesia agar kelak menjadi pelopor penyebaran nilai-nilai Islam moderat di kawasan tersebut.
Bahasa ke-15 Al-Azhar, Harapkan Dukungan Tenaga Pengajar
Rektor Universitas Al-Azhar Kairo, Salamah Dawud, menyambut hangat pembukaan program studi ini. Menurutnya, Bahasa Indonesia menjadi tambahan penting bagi jajaran bahasa yang diajarkan di kampus tertua di dunia tersebut, yang kini secara total mencapai sekitar 15 bahasa.
“Bahasa Indonesia kini resmi menjadi bahasa ke-15 yang diajarkan di Universitas Al-Azhar,” kata Salamah Dawud.
Namun, keberhasilan program ini, lanjutnya, sangat bergantung pada dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia. Ia secara khusus menyoroti kebutuhan akan penyediaan tenaga pengajar berkualitas dan berkompeten dari Indonesia untuk menjamin mutu pendidikan di prodi baru tersebut.
Salamah Dawud juga mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki tempat istimewa di hati sivitas akademika Al-Azhar karena mahasiswa asal Nusantara dikenal luas memiliki akhlak mulia dan sopan.
Perkuat Kerja Sama Pendidikan Dasar dan Kejuruan
Di kesempatan terpisah, KBRI Kairo melaporkan bahwa Menteri Abdul Mu’ti juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pendidikan Mesir Mohamed Abdel Latif. Pertemuan tersebut berfokus pada penguatan kerja sama di sektor pendidikan dasar, menengah, dan kejuruan.
Isu yang dibahas meliputi pertukaran guru dan siswa, pengembangan kurikulum yang relevan, serta penerapan teknologi pendidikan.
Kedua Menteri sepakat bahwa kolaborasi ini akan menjadi sarana efektif untuk berbagi pengalaman dan peningkatan mutu pendidikan di kedua negara. Mereka juga menekankan pentingnya pembangunan karakter dan nilai moral untuk menciptakan generasi muda yang beretika, kompeten, dan inovatif.0(Sumber)












