News  

Dukungan Rusia dan China Terus Mengalir ke Iran Usai Dibombardir AS-Israel

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut Rusia dan China terus mendukung Iran secara politik di tengah operasi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel di Timur Tengah.

“Mereka mendukung kami secara politik, dan dalam hal lainnya,” ujar Araghchi kepada NBC sebagai tanggapan atas pertanyaan terkait, Jumat (6/3/2026).

Tolak Ungkap Kerja Sama
Dia menolak untuk membahas secara rinci kerja sama Iran dengan negara lain.

“Saya tidak akan memberikan rincian kerja sama kami dengan negara lain, tepat di tengah-tengah perang,” kata Araghchi.

Pada 28 Februari lalu, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap banyak target di Iran, termasuk di Teheran,

Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di seluruh kawasan Timur Tengah.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pembunuhan Khamenei secara sinis melanggar semua norma moralitas manusia dan hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk serangan AS dan Israel, dan menyerukan kepada mereka untuk melakukan deeskalasi segera dan menghentikan permusuhan.

AS Bahayakan Pelayaran
Di sisi lain, misi tetap Iran untuk PBB membantah klaim bahwa Teheran menutup Selat Hormuz, menyebutnya tidak berdasar dan menuding AS telah membahayakan keamanan pelayaran di kawasan.

“Klaim bahwa Iran menutup Selat Hormuz tidak berdasar dan tidak masuk akal,” tulis misi tersebut di platform media sosial AS X, Jumat (6/3/2026), menegaskan kembali bahwa Iran “tetap berkomitmen pada hukum internasional dan kebebasan navigasi.”

Menurut pernyataan tersebut fregat Dena, yang mengunjungi India sebagai tamu angkatan laut dengan 130 pelaut di dalamnya, dihantam dan ditenggelamkan “di perairan internasional oleh kapal selam AS tanpa peringatan,” hampir 2.000 mil dari pantai Iran, menewaskan lebih dari 100 pelaut.

“Serangan sembrono ini melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional dan kebebasan navigasi,” kata pernyataan itu.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan serangan itu terjadi pada Rabu di lepas pantai Sri Lanka.

Kapal perang itu sedang dalam perjalanan pulang setelah berpartisipasi dalam latihan angkatan laut di lepas pantai India bulan lalu. Sebanyak 32 pelaut terluka, dan banyak yang hilang.

(Sumber)