News  

Aktivis Muhammadiyah: Indonesia Berkemajuan di Bawah Pemerintahan Prabowo

Farid Idris (IST)

Di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan dinamika sosial yang terus berkembang, arah pembangunan nasional menjadi perhatian banyak kalangan. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai mulai menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat fondasi kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat kecil.

Salah satu apresiasi datang dari Aktivis Muhammadiyah, Farid Idris, yang menilai Indonesia sedang bergerak menuju kemajuan yang lebih konkret di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Menurutnya, keberpihakan pemerintah terhadap sektor pendidikan, kesejahteraan masyarakat pesisir, hingga penguatan pertahanan laut menjadi indikator penting bahwa pembangunan tidak hanya berpusat pada angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kualitas hidup rakyat.

Farid menegaskan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak dapat dilepaskan dari kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat lapisan bawah. Karena itu, program seperti Sekolah Rakyat dan Kampung Nelayan Merah Putih dinilainya sebagai langkah strategis yang menunjukkan orientasi pemerintahan pada pembangunan yang berkeadilan.

“Indonesia berkemajuan di bawah pemerintahan Prabowo. Program Sekolah Rakyat sangat membantu rakyat. Pendidikan merupakan dasar kemajuan bangsa,” ujar Farid Idris, Ahad (26/4/2026).

Menurut Farid, selama ini masih banyak masyarakat dari kelompok ekonomi bawah yang kesulitan mengakses pendidikan berkualitas karena terbentur persoalan biaya, fasilitas, hingga ketimpangan wilayah. Dalam konteks itulah, program Sekolah Rakyat hadir sebagai jawaban konkret atas kebutuhan mendasar masyarakat.

Ia menilai, pendidikan bukan sekadar soal ruang kelas dan kurikulum, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun peradaban bangsa. Negara yang kuat, kata dia, selalu ditopang oleh generasi muda yang memiliki akses pendidikan yang merata dan bermutu.

“Kalau pendidikan diperkuat, maka bangsa ini akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, akhlak baik, dan semangat membangun negeri,” katanya.

Sebagai aktivis Muhammadiyah, Farid melihat bahwa pendidikan merupakan bagian dari perjuangan sosial dan keagamaan yang tidak bisa dipisahkan. Muhammadiyah sendiri sejak awal berdiri telah menjadikan pendidikan sebagai instrumen utama dalam membangun masyarakat yang berkemajuan.

Karena itu, ia menilai perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan harus mendapat dukungan luas dari seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, dan kalangan akademisi.

Selain pendidikan, Farid juga memberikan apresiasi terhadap program Kampung Nelayan Merah Putih yang menurutnya menjadi bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat pesisir, khususnya para nelayan tradisional yang selama ini sering berada dalam posisi rentan secara ekonomi.

Menurutnya, kehidupan nelayan sering kali menghadapi tantangan berat mulai dari cuaca ekstrem, fluktuasi harga hasil tangkapan, keterbatasan infrastruktur, hingga persoalan akses modal usaha. Kehadiran program Kampung Nelayan Merah Putih dinilai mampu memberikan harapan baru bagi masyarakat pesisir.

“Kampung Nelayan Merah Putih sangat membantu nelayan. Ini program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat bawah. Nelayan butuh kepastian hidup, butuh dukungan negara, dan itu mulai terlihat sekarang,” ujarnya.

Farid menjelaskan, pembangunan sektor kelautan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi hasil tangkap, tetapi juga harus menyentuh aspek kesejahteraan keluarga nelayan, akses pendidikan anak-anak nelayan, layanan kesehatan, serta penguatan ekonomi berbasis komunitas.

Ia menilai konsep pembangunan kampung nelayan yang terintegrasi akan menciptakan efek berantai yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Ketika nelayan sejahtera, maka aktivitas ekonomi di wilayah pesisir juga akan ikut bergerak.

“Kalau nelayan kuat, desa pesisir akan kuat. Kalau desa kuat, ekonomi nasional juga akan semakin kokoh. Ini cara berpikir pembangunan yang harus terus dijaga,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Farid juga menyoroti pentingnya pembangunan pertahanan laut nasional sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara sekaligus melindungi kesejahteraan nelayan Indonesia.

Menurutnya, penguatan pertahanan laut memberi ruang yang lebih aman bagi para nelayan untuk melaut dan mendapatkan hasil tangkapan maksimal tanpa ancaman pencurian ikan oleh kapal-kapal asing.

“Pembangunan pertahanan laut sangat penting. Ini memberi ruang bagi nelayan untuk mendapatkan hasil tangkapan maksimal, karena ikan negeri ini tidak bisa dan tidak berani lagi diambil oleh pencuri dari luar. Negara harus hadir menjaga laut kita,” tegas Farid.

Ia menilai, selama ini praktik illegal fishing telah banyak merugikan nelayan lokal karena hasil laut Indonesia yang melimpah justru dinikmati pihak asing. Karena itu, kehadiran negara melalui penguatan armada pertahanan laut dan pengawasan wilayah perairan menjadi langkah strategis yang harus terus diperkuat.

Bagi Farid, laut bukan hanya soal batas wilayah negara, tetapi juga soal sumber kehidupan jutaan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan.

“Kalau laut aman, nelayan tenang bekerja. Kalau nelayan tenang, ekonomi pesisir tumbuh. Ini bukan hanya soal keamanan, tapi soal keadilan ekonomi,” katanya.

Farid juga menyoroti pentingnya kesinambungan kebijakan agar program-program pro-rakyat tersebut tidak berhenti hanya sebagai agenda jangka pendek. Ia berharap pemerintah memastikan implementasi berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Menurutnya, program yang baik harus diiringi dengan pengawasan yang baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya menjadi slogan politik semata.

Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar narasi besar. Karena itu, pemerintahan Prabowo harus terus menjaga konsistensi dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil.

“Rakyat melihat hasil, bukan hanya janji. Kalau program seperti sekolah rakyat, kampung nelayan, dan penguatan pertahanan laut benar-benar berjalan baik, maka kepercayaan publik akan semakin kuat,” katanya.

Farid menambahkan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju jika pembangunan dilakukan secara merata dan berkeadilan. Potensi sumber daya alam yang besar harus diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Dalam pandangannya, kombinasi antara penguatan pendidikan, pemberdayaan ekonomi rakyat, pertahanan negara yang kokoh, dan kepemimpinan nasional yang tegas akan menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas.

Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak terjebak dalam polarisasi politik yang berkepanjangan, melainkan bersama-sama mengawal agenda pembangunan nasional.

“Kalau kita ingin Indonesia benar-benar maju, maka semua pihak harus ikut menjaga persatuan dan mendukung program-program yang memang berpihak pada rakyat,” tutupnya.