News  

Isu Dugaan Nikah Siri Seret Nama Gubernur Banten Andra Soni

Isu dugaan pernikahan siri yang sempat menyeret nama Gubernur Banten Andra Soni kembali menjadi perhatian publik setelah beredar berbagai dokumen dan unggahan di media sosial. Namun, perempuan bernama Ida Farida yang sebelumnya dikaitkan dengan isu tersebut kini menyampaikan klarifikasi dan menyebut informasi yang beredar sebagai hoaks.

Sebelumnya, akun TikTok @orangdalem2801 mengunggah sejumlah dokumen yang diklaim berkaitan dengan hubungan antara Andra Soni dan Ida Farida. Dokumen tersebut memuat berbagai klaim, mulai dari kronologi hubungan, dugaan pernikahan siri yang disebut berlangsung pada 22 November 2021 di Cimahi, Jawa Barat, hingga persoalan pinjaman uang.

Isu tersebut bahkan sempat memicu aksi unjuk rasa sejumlah aktivis di depan Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, yang mendesak pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap dugaan tersebut.

Di media sosial juga beredar tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga berkaitan dengan isu tersebut. Salah satu percakapan memuat penyebutan nama “Rakee”.

Dalam penelusuran sebelumnya, redaksi menemukan bahwa nama “Rakee” pernah disebut oleh istri Andra Soni, Tinawati, dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Warta Kota Production sebagai nama panggilan salah satu putranya. Namun, hingga kini belum terdapat bukti yang memastikan bahwa nama dalam percakapan yang beredar merujuk pada orang yang sama. Karena itu, keterkaitan tersebut belum dapat dipastikan.

Di tengah ramainya perbincangan publik, Ida Farida kemudian mengunggah video klarifikasi melalui akun TikTok @user1o972.

Dalam video berdurasi sekitar 44 detik tersebut, Ida membantah berbagai informasi yang beredar dan menyebut isu yang mengaitkan dirinya dengan Andra Soni sebagai hoaks.

“Saya memohon maaf kepada masyarakat tentang beredarnya isu dengan salah satu tokoh di TikTok. Itu berita hoaks. Saya sendiri tidak mengetahui, dan saya sendiri akan memproses secara hukum pembuat berita tersebut,” ujar Ida.

Ia juga menyatakan hubungannya dengan pihak yang sebelumnya dikaitkan dalam isu tersebut berjalan baik.

Terkait pengaduan ke Komnas Perempuan yang sempat menjadi sorotan publik, Ida mengaku laporan tersebut dibuat karena emosi sesaat akibat tidak adanya komunikasi lebih lanjut.

“Pelaporan saya ke Komnas Perempuan itu karena emosi sesaat karena tidak adanya komunikasi lebih lanjut,” katanya.

Ida menyatakan telah mencabut pengaduan tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari Komnas Perempuan mengenai proses penanganan pengaduan sebelum dicabut maupun hasil pendalaman atas keterangan yang pernah disampaikan pelapor. Sementara itu, pihak Andra Soni juga belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan terbaru tersebut.