News

321 Pedagang di 51 Pasar di DKI Jakarta Positif COVID-19, IKAPPI: Ini Pukulan Berat!

0
Pedagang menggunakan penutup muka melayani pembeli di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (1/5/2002). Kemendag menyiapkan pedoman bagi penyelenggara kegiatan perdagangan untuk diterapkan saat berlangsungnya new normal, para pedagang di pasar rakyat diwajibkan nenggunakan masker, face shield, dan sarung tangan selama beraktivitas. SP/Joanito De Saojoao.

Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mencatat sebanyak 321 pedagang pasar di DKI Jakarta terpapar Covid-19. Jumlah tersebut tersebar di 51 pasar.

“Data ini merupakan pukulan berat bagi kami, di saat kami sedang mengalami tekanan daya beli masyarakat yang menurun secara terus menerus,” kata Mansuri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/9).

Secara nasional, IKAPPI juga mencatat Covid-19 menyerang sebanyak 1344 pedagang, terjadi di 239 pasar yang tersebar di 96 kabupaten/kota di 27 provinsi.

Menurut Mansuri, bukan hanya kasus positif yang menjadi ancaman bagi pedagang pasar tradisional. Namun, anjloknya omzet pedagang juga kerap menjadi ancaman selanjutnya.

“Seminggu terakhir kami mendapati penurunan omzet pedagang kami hingga 60 sampai 70%. Kami harus terus bertahan dalam kondisi seberat ini,” ujarnya.

Mansuri menegaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan edukasi persuasif kepada pedagang pasar. “Bukan malah menakut-nakuti kepada anggota kami pedagang pasar. Edukasi yang akan menekankan kepada apa keuntungan dan kerugian pelaksanaan protokol kesehatan,” ucap dia.

“Misalnya, kalau sampai pasar tutup karena ada yang positif siapa yang rugi? atau kalau sampai harus isolasi dua minggu gak bisa jualan, siapa yang rugi? Kami sedang dalam proses ulang melakukan edukasi berupa edaran dan sosialisasi melalui perwakilan-perwakilan IKAPPI di seluruh Indonesia,” lanjutnya.

Mansuri mengungkapkan, pihaknya menyadari bahwa pandemi ini akan berlangsung lama. Karenanya, perlu cara baru menuju kebiasaan baru, salah satunya tetap berjualan namun dengan memperkuat protokol kesehatan.

“Pesan besarnya, saling menjaga selama pandemi, karena satu sakit, berdampak ke semua pedagang dan jika ada yang sakit maka semua juga terkena imbasnya. Sehingga pedagang dapat menjaga diri dan mengingatkan sesama pedagang,” ucap dia.

Lebih jauh, Mansuri meminta agar semua pihak ikut berpartisipasi dan berperan aktif untuk membantu pedagang pasar bangkit dari keterpurukan ini.

“Termasuk membantu agar kesehatan pedagang, keamanan pembeli dapat terjaga dengan baik sehingga omzet pedagang berangsur membaik,” bebernya.

Pihaknya juga berharap pemerintah pusat lebih fokus memperhatikan pedagang di pasar tradisional melalui program-program pemberdayaan.

“Stimulus permodalan atau bantuan lain yang dapat meringankan beban pedagang dan pedagang tetap terus bisa berdagang untuk mendistribusikan pangan bagi masyarakat,” tutupnya. {alinea}

Partai Komunis China Nyatakan Siap Perang Lawan Negara ASEAN Yang Terlibat Sengketa Wilayah

Previous article

PDIP Bersikeras Pilkada Serentak Tetap Digelar 9 Desember 2020

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *