Judul di atas memang jadi teka-teki? Hanya Anies Baswedan lah yang punya jawaban pasti. Isu yang berkembang hanya spekulasi yang belum tentu benar.
Apalagi bila dikaitkan dengan beredarnya tudingan dari Prabowo bahwa ada pihak-pihak yang tidak berkeringat ingin masuk kabinet dengan mendorong terjadinya reshuffle kabinet.
Anies Baswedan sendiri bukanlah orang yang berkeringat mengantarkan Prabowo menjadi RI-1. Sebab, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo kompetitor Prabowo di Pilpres 2024.
Hanya Muhaimin Iskandar dan PKS dengan alasannya masing-masing bisa bergabung menjadi menterinya Prabowo. Padahal, Muhaimin Iskandar dan PKS bukan pihak yang berkeringat mengantar Prabowo menjadi presiden.
PKB, partainya Muhaimin Iskandar dan PKS sebagaimana kita ketahui di Pilpres 2024 adalah pengusung duet Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar bersama Partai NasDem di Pilpres 2024 lawan Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud.
Lalu siapa sebenarnya yang menghembuskan isu dengan alasan persatuan dan rekonsiliasi agar Prabowo mengajak Anies Baswedan bergabung menjadi menterinya Prabowo?
Isu bergabungnya Anies Baswedan ke kabinet Prabowo berhembus kencang pasca Prabowo memberikan abolisi kepada Tom Lembong yang dikenal sebagai orang yang berada di lingkaran utama Anies Baswedan ketika Pilpres 2024 lalu.
Melihat jejak digital di media sosial. Memang ada salah seorang pendukung Anies Baswedan di Pilpres 2024 yang lalu cukup intens bertemu elite Partai Gerindra.
Entah itu atas sepengetahuan Anies Baswedan atau hanya inisiatif pribadi berdasarkan ijtihad politik yang bersangkutan? Penulis sendiri meyakini itu inisiatif pribadi yang bersangkutan. Diketahui sang pendukung Anies Baswedan tersebut menggadang-gadang isu rekonsiliasi dan persatuan agar ijtihad politiknya diterima kubu Prabowo.
Sepengetahuan penulis belum ada sinyal bakal bergabungnya Anies Baswedan di kabinet Prabowo yang kini memunculkan pro kontra dikalangan pendukung Anies Baswedan.
Tentu apapun keputusan Anies Baswedan, apakah akan menjadi oposisi atau meminjam istilah PDIP sebagai penyeimbang Pemerintahan Presiden Prabowo atau bergabung menjadi menterinya Prabowo? Tentu Anies Baswedan lebih mengetahui kalkulasi politiknya.
Wallahua’lam bish-shawab
Bandung, 16 Shafar 1447/10 Agustus 2025
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis












