News  

Waspada! Unjuk Rasa Buruh Ditunggangi ‘Tragedi 98 Comeback’

Beredar luas flyer Tragedi 98 Comeback jelang aksi demonstrasi hari ini, Kamis 28 Agustus 2025. Unjuk rasa hari ini dilakukan oleh sebagian buruh karena pimpinan buruh terbelah.

Tak satupun tuntutan aksi demonstrasi hari ini tentang Tragedi 98 Comebak. Ada kelompok politik tertentu menumpang aksi unjuk rasa hari ini dengan tuntutan bubarkan DPR dan seruan agar tragedi 98 berulang kembali.

Tragedi 98 adalah tragedi berdarah penggulingan Presiden Soeharto setelah berkuasa selama 32 tahun. Ketika itu, aksi unjuk rasa tidak hanya terjadi di Jakarta bahkan meluas hingga ke seluruh Indonesia. Sementara aksi unjuk rasa 25 dan 28 Agustus 2025 hanya di Jakarta. Massanya pun tak sebanyak zaman reformasi dulu.

Gedung MPR/DPR berhasil diduduki demonstran. Presiden Soeharto terpaksa mundur pada 21 Mei 1998 setelah berkuasa selama 32 tahun. Wakil Presiden BJ. Habibie dilantik oleh MPR sebagai Presiden RI ke-3 menggantikan Soeharto.

Ada kekuatan politik tertentu yang tak sabar ingin berkuasa dengan menarasikan Tragedi 98 Comeback dengan menumpang aksi unjuk rasa buruh hari ini. Mungkin pula narasi tragedi 98 comeback sebagai upaya adu domba antara Presiden Prabowo dengan Geng Solo pimpinan mantan presiden Jokowi.

Narasi tragedi 98 dapat diartikan ada upaya kekuatan politik tertentu memanfaatkan aksi unjuk rasa 25 dan 28 Agustus 2025 agar terjadi tragedi 98. Peralihan kekuasaan dari Presiden Prabowo ke anak haram konstitusi, Gibran Rakabuming Raka seperti tahun 1998 peralihan kekuasaan dari Presiden Soeharto kepada Wakil Presiden BJ. Habibie.

Narasi unjuk rasa, 25 Agustus 2025 bubarkan DPR dan narasi unjuk rasa hari ini, 28 Agustus 2025 tragedi 98 comeback merupakan provokasi yang dimainkan oleh kelompok politik tertentu yang sedang merancang “kudeta” merangkak atau adu domba antara RI-1 dan Geng Solo.

Kekuatan politik tertentu yang diduga kuat terafiliasi dengan mantan penguasa Indonesia 10 tahun terakhir karena ada kesan “pembiaran” dari Presiden Prabowo terhadap beberapa kasus yang melilit mantan penguasa tersebut. Misalnya soal ijazah palsu yang menjerat mantan presiden Jokowi.

Diisukan mantan penguasa tersebut kecewa. Presiden Prabowo terkesan membiarkan skandal yang dibuka publik makin menyudutkannya meski ada narasi hidup Jokowi yang mengecewakan kelompok anti Jokowi.

Spekulasi itu memperkuat ada penumpang gelap dengan memprovokasi isu pembubaran DPR dan tragedi 98 comeback sebagai upaya untuk berkuasa kembali melalui peralihan kekuasaan dari Presiden Prabowo kepada anak haram konstitusi yang saat ini menjadi RI-2.

Isu ‘kudeta’ merangkak bisa dipatahkan oleh isu adu domba antara Presiden Prabowo dengan Geng Solo bila tidak ada pergerakan massa dan kurang “bersahabatnya” polisi seperti menghadapi aksi demonstrasi dari kalangan anti Geng Solo.

Aksi demonstrasi 25 Agustus 2025 boleh dibilang sangat brutal dan “bersahabatnya” polisi dengan para pengunjuk rasa. Berbeda sekali dengan sikap polisi bila menghadapi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh kelompok anti Geng Solo.

Publik tetap waspada! Aksi unjuk rasa ditumpangi oleh kekuatan politik tertentu punya agenda besar, “kudeta” merangkak. Sebelum ikut aksi dan memviralkan rencana aksi, lihat dulu siapa penyelenggaranya.

Jangan sampai seperti tahun 1998 ditumpangi oleh kelompok politik tertentu. Jargon reformasi yang membuat Indonesia seperti hari ini, repotnasi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bandung, 4 Rabiul Awwal 1447/28 Agustus 2025
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis