Aktivis Nicho Silalahi melontarkan kritik keras terhadap wajah politik dan parlemen Indonesia yang menurutnya semakin jauh dari amanah rakyat. Ia menilai, praktik politik yang terjadi saat ini penuh dengan janji manis di depan publik, namun sebaliknya justru penuh dengan kepentingan sempit di balik rapat-rapat tertutup.
“Dengan wajah penuh janji manis, mereka menampilkan seolah-olah peduli pada penderitaan rakyat. Namun di balik pintu rapat tertutup, mereka merancang kebijakan yang hanya menguntungkan diri sendiri dan kelompok elitnya,” ujar Nicho dalam pernyataan kepada Radar Aktual, Kamis (4/9/2025).
Menurutnya, rakyat dipaksa percaya pada sistem yang justru merampas hak mereka. Uang pajak yang dipungut dari keringat masyarakat malah digunakan untuk mempertahankan kekuasaan dan privilese para elit.
“Undang-undang yang seharusnya melindungi justru dijadikan alat untuk memperkuat cengkeraman politik. Transparansi dikaburkan, akuntabilitas dikubur, dan kebenaran dibungkam,” tegasnya.
Nicho juga menilai, parlemen tidak lagi berfungsi sebagai representasi rakyat, melainkan sudah beralih menjadi alat rezim. “Mereka bersandiwara, menyusun drama politik di panggung sidang, sementara rakyat hanya jadi penonton yang terus dipalak dan dipermainkan. Janji kesejahteraan tinggal slogan. Keadilan sosial tinggal retorika,” tambahnya.
Ia pun mengingatkan bahwa kondisi ini berbahaya, sebab ada upaya untuk membuat rakyat tetap diam dan percaya pada kebohongan. Dengan begitu, kata Nicho, permainan kotor elit politik bisa terus berjalan tanpa gangguan.












