Jika PAW, Nama Adela Kanasya Kadir Siap Gantikan Posisi Adies Kadir di DPR RI

Nama Adela Kanasya Adies, putri dari politikus Adies Kadir, kini menjadi sorotan publik.

Hal ini menyusul keputusan Partai Golkar yang menonaktifkan Adies Kadir dari posisinya sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Penonaktifan Adies Kadir ini bukan tanpa alasan.

Melainkan terkait pernyataannya dinilai telah memperkeruh suasana dan mencederai perasaan rakyat belakangan ini.

Keputusan tegas itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Sarmuji.

“Berdasarkan pertimbangan itu, Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar resmi menonaktifkan saudara Adies Kadir sebagai Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, terhitung sejak Senin, 1 September 2025,” kata Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Sarmuji dalam keterangan resminya, Minggu (31/8/2025).

Meskipun dinonaktifkan, Adies Kadir masih berstatus sebagai pejabat publik dan berhak menerima gaji.

Hal ini memicu pro-kontra di kalangan masyarakat.

Namun, isu lain yang lebih menjadi sorotan adalah tentang siapa yang akan menjadi pengganti wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur I tersebut jika Adies Kadir dilengserkan.

Nama Adela Kanasya muncul sebagai calon terkuat.

Hal ini mengundang pertanyaan besar, mengingat Adela Kanasya adalah putri kandung dari Adies Kadir sendiri.

Kabar ini juga diungkap oleh Ronald Sinaga atau Bro Ron melalui akun Instagram pribadinya, @brorondm.

Ia menyindir keras isu jabatan Adies Kadir digantikan oleh putrinya sendiri.

“wkwkwkwkwkwkwkwkwk. Sumpah emang kagak ada empati mereka ini,” tulis Bro Ron, menunjukkan kekecewaannya.

Dalam unggahan tersebut, ia juga melampirkan perolehan suara Partai Golkar di dapil mereka.

Terlihat Adies Kadir memperoleh suara terbanyak dengan 147.185.

Sementara itu, Adela Kanasya Adies memperoleh 12.792 suara dalam Pemilu 2024 lalu. Angka ini menempatkannya di bawah perolehan suara sang ayah.

Namun, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 atau UU MD3, Adela Kanasya berhak menggantikan Adies Kadir jika sang ayah resmi diberhentikan dari anggota DPR RI.

Sistem Pergantian Antar Waktu (PAW) memungkinkan caleg dengan perolehan suara terbanyak berikutnya dari partai yang sama untuk mengisi kursi yang kosong.

Nasib Adies Kadir kini masih sebatas dinonaktifkan, belum dipecat secara resmi dari DPR RI.

Jika ia diberhentikan, maka proses PAW akan segera dilakukan.

Nama Adela Kanasya secara otomatis menjadi nama pertama yang akan mengisi jabatan tersebut.

Lantas siapakah sosok Adela Kanasya?

Sosok Adela Kanasya
Informasi mengenai profil Adela Kanasya Adies sangat terbatas dinternet.

Ia dikenal sebagai sosok yang jarang terekspos media, bahkan saat ia terjun ke dunia politik.

Akun media sosialnya, seperti Instagram dengan nama pengguna @adelakanasya, telah dikunci atau diubah menjadi akun privat.

Akun tersebut tercatat memiliki 797 pengikut dengan total 294 postingan.

Namun, isinya tidak bisa diakses oleh publik.

Tidak hanya Instagram, Adela Kanasya juga mengunci akun LinkedIn pribadinya.

Hal ini membuat jejak digitalnya sulit untuk ditelusuri.

Meskipun demikian, ada beberapa informasi yang masih dapat ditemukan melalui mesin pencarian Google, terutama terkait gelar panjang yang ia miliki.

Adela Kanasya Adies diketahui menyandang gelar MD. MSc. setelah namanya. Gelar MD merupakan singkatan dari Doctor of Medicine atau Dokter Kedokteran.

Gelar ini menunjukkan bahwa Adela merupakan seorang praktisi medis profesional.

Sementara itu, gelar MSc adalah singkatan dari Master of Science atau Magister Sains.

Gelar ini didapat setelah seseorang menempuh pendidikan pascasarjana (S2) di bidang sains, teknologi, dan matematika.

Meski data pendidikannya terbatas, terdapat sedikit keterangan yang masih bisa dilihat.

Adela Kanasya diketahui pernah menempuh pendidikan di SMP Islam Al Azhar Kelapa Gading.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tingginya di Universitas Airlangga. Riwayat pendidikan ini menunjukkan bahwa ia memiliki latar belakang pendidikan yang cukup baik.

Adela Kanasya Adies juga tercatat dalam daftar calon legislatif dari Partai Golkar pada Pemilu 2024.

Ia mencalonkan diri di wilayah Daerah Pemilihan 1 Jawa Timur, yang meliputi Sidoarjo dan Kota Surabaya, dengan nomor urut 10.

Dengan perolehan suara yang cukup signifikan, ia menjadi kandidat terkuat untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan sang ayah melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).

Namun, proses PAW hanya akan terjadi jika Adies Kadir resmi dipecat dari anggota DPR, bukan hanya dinonaktifkan.

Keterbatasan informasi ini membuat sosok Adela Kanasya semakin menjadi misteri di tengah sorotan publik.

Terlebih, isu ini memicu perdebatan mengenai praktik dinasti politik yang kerap terjadi di Indonesia.

Alasan Golkar Nonaktifkan Adies Kadir
DPP Partai Golkar mencopot kadernya itu dari jabatannya terhitung sejak 1 September 2025.

Alasan utama di balik pencopotan ini adalah pernyataan Adies Kadir yang membeberkan rincian tunjangan anggota dewan, yang dianggap memperkeruh suasana dan tidak sejalan dengan semangat kerakyatan yang diusung partai.

Keputusan tegas ini ditetapkan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Dalam keterangan resmi yang dirilis pada Minggu (31/8/2025), Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menjelaskan bahwa apa yang disampaikan Adies Kadir tidak sejalan dengan posisi partai yang selalu mengedepankan aspirasi rakyat.

“Berdasarkan pertimbangan itu, Dewan Pimpinan Pusat Partai GOLKAR resmi menonaktifkan saudara Adies Kadir sebagai Anggota DPR dari Fraksi Partai GOLKAR, terhitung sejak Senin, 1 September 2025,” kata Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M. Sarmuji dalam keterangan resminya, Minggu (31/8/2025).

Pencopotan ini sekaligus menjadi cerminan dari upaya partai untuk menjaga etika dan disiplin internal.

Sarmuji menegaskan bahwa seluruh kiprah partai seharusnya merupakan kristalisasi dari semangat kerakyatan.

Oleh karena itu, pernyataan Adies Kadir dinilai telah melenceng jauh dari prinsip dasar tersebut, merusak citra partai, dan melukai perasaan rakyat yang sedang menghadapi berbagai kesulitan.

“Seluruh kiprah partai sesungguhnya merupakan kristalisasi dari semangat kerakyatan,” ujar Sarmuji dalam keterangan resminya, Minggu 31 Agustus 2025.

Pernyataan Adies Kadir mengenai tunjangan rumah anggota dewan sebesar Rp50 juta menjadi pemicu utama.

Sebagai pimpinan DPR pertama yang membeberkan rincian tunjangan tersebut, ucapannya sontak viral dan menuai kecaman luas dari masyarakat.

Kemarahan publik ini tidak hanya berhenti pada kecaman di media sosial.

Pernyataan Adies Kadir menjadi salah satu pemicu utama demonstrasi besar-besaran yang terjadi belakangan ini.

Gelombang protes itu bahkan menelan korban jiwa, menambah duka mendalam bagi seluruh bangsa.

Partai Golkar menyadari dampak serius dari pernyataan kadernya.

Oleh karena itu, dalam keterangan resminya, Sarmuji juga menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya sejumlah warga negara Indonesia yang berjatuhan saat memperjuangkan aspirasi mereka.

Ini adalah bentuk pertanggungjawaban politik atas tindakan salah satu kadernya.

Langkah penonaktifan ini juga menjadi bagian dari upaya partai untuk memperkuat disiplin dan etika bagi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.

Partai ingin memastikan bahwa setiap wakilnya di parlemen selalu berpegang teguh pada moralitas dan aspirasi rakyat.

“Di sisi lain, DPP Partai Golkarmenegaskan upaya partai untuk memperkuat disiplin dan etika bagi Anggota DPR RI dari Partai Golkar,” tandas Sarmuji.(Sumber)