Dokter Tifauzia Tyassuma (dr. Tifa) mempertimbangkan melaporkan Faizal Assegaf ke pihak berwajib dengan tuduhan pencemaran nama baik. Ancaman hukum ini disampaikan dr. Tifa melalui sebuah pernyataan pers yang ia sampaikan lewat akun X-nya, Jumat (28/11/2025), sebagai bentuk perlawanan atas klaim yang dinilainya “keji”.
Konflik ini kata dia, bermula dari pernyataan Faizal Assegaf yang menyebut bahwa rekeningnya bersama Roy Suryo dan Rismon Sianipar, perlu diperiksa karena diduga menerima sejumlah uang. Faizal juga menuding bahwa perjuangan dr. Tifa terkait kajian ilmiah perilaku mantan Presiden Jokowi diarahkan oleh pihak tertentu.
“Jika saya melangkah, itu karena saya memegang prinsip bahwa akademisi memiliki kewajiban moral untuk mencari dan menyampaikan kebenaran, bukan menjalankan agenda siapa pun,” tegas dr. Tifa.
Lebih lanjut, dokter yang mendalami bidang Epidemiologi, Ilmu Perilaku, dan Neurosains ini memaparkan bahwa penelitiannya murni berlandaskan ilmu pengetahuan, yang ia sebut sebagai Neuropolitika. Menurutnya, kajiannya berbasis metode ilmiah, literatur, dan analisis data, bukan atas dasar kepentingan politik atau pembiayaan eksternal.
“Kebenaran intelektual tidak dapat dibeli, dinegosiasikan, atau dititipkan. Kebenaran harus ditemukan dengan kerja, diuji dengan data, dan dipertanggungjawabkan dengan integritas, bukan didikte oleh kekuasaan atau narasi,” paparnya.
Di akhir pernyataannya, dr. Tifa menekankan bahwa perjuangannya bukan untuk mencari posisi atau sensasi, melainkan untuk menegakkan kejujuran dan akal sehat di atas kepentingan pribadi atau kekuasaan. Ia menyatakan akan tetap konsisten menjalani jalan tersebut dengan tenang dan terhormat.
Dengan pernyataan pers ini, langkah hukum dr. Tifa terhadap Faizal Assegaf resmi menjadi peringatan dan akan diproses lebih lanjut.
Tanggapan Faizal Assegaf
Menanggapi hal tersebut Faizal Assegaf membantah. Dia menyatakan dirinya tidak tahu berita (soal membuka rekening) itu berasal dari media resmi mana. Menurutnya ada pengaburan informasi yang makin masif untuk membenturkan dirinya dengan kawan-kawannya.
“Saya tidak tahu berita itu dari media resmi mana? Ada pengaburan informasi yang makin masif untuk membenturkan saya dengan kawan-kawan. Itu fitnah keji, setiap tuduhan yang mereka buat tidak pernah ada upaya tabayyun, klarifikasi atau berpikir jernih,” ungkap Faizal dikutip akun X-nya, Kamis (27/11/2025).
“Yang benar saya katakan di berbagai forum bahwa, saya khawatir status tersangka Roy cs yang kini berujung dicekal dapat berpeluang pemblokiran rekening saat kasus tersebut masuk pengadilan,” tegas Faizal.
Menurut Faizal, mereka mengklaim berjuang dan tampil sebagai pahlawan, tapi perilaku, cara dan modus mereka penuh tipu muslihat, super licik dan sangat norak. Hanya karena terminologi ‘mediasi’, kenapa jadi terbakar kemarahan, reaktif dan terkesan paling suci.
“Yang benar saya katakan di berbagai forum bahwa, saya khawatir status tersangka Roy cs yang kini berujung dicekal dapat berpeluang pemblokiran rekening saat kasus tersebut masuk pengadilan,” jelasnya.
Karena, tambahnya, hal itu sering terjadi dalam berbagai kasus yang pernah dialami oleh berbagai pihak yang berperkara di jalur hukum.
“Kenapa begitu mudah mereka sensitif, cepat marah dan selalu bertindak tanpa pernah konfirmasi atau tabayun dengan saya? Sangat prihatin dan menyedihkan sekali,” pungkas mantan aktivis 98 itu. (Sumber)












