News  

Misteri Pembunuhan Sadis Anak Politikus PKS di Banten, Polisi Periksa 8 Saksi

Misteri pembunuhan MA (9) di rumah mewah kawasan Cilegon, Banten, masih belum terpecahkan hingga saat ini.

MA yang merupakan anak politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Maman Suherman, ditemukan tewas mengenaskan dengan sejumlah luka.

Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Silitonga meminta waktu untuk mengungkap kasus ini.

“Masih dalam pendalaman, masih didalami, ya. Berikan waktu kepada kami aparat kepolisian melaksanakan tugas kami. Kami membutuhkan bantuan, dukungan, informasi dari teman-teman media, teman-teman masyarakat, jika ada informasi sekecil apa pun, disampaikan kepada Satuan Reserse Kriminal,” kata Martua, Jumat (19/12/2025).

Martua mengatakan petugas masih menganalisis alat bukti yang dikumpulkan dari tempat kejadian perkara.”Sementara kita mengumpulkan beberapa alat bukti-alat bukti di lapangan, harus kita kaitkan antara pola waktu, pola tempat, dan pola sasaran. Jadi harus membutuhkan analisis yang matang, ya,” ujarnya.

Polisi masih mengumpulkan alat bukti terkait peristiwa tersebut. Delapan orang saksi telah diperiksa untuk mendalami kasus tersebut.

“Sementara saksi masih delapan dari pihak masyarakat. Doakan saja nanti ada beberapa hal lagi yang dalam proses ini kita lakukan… ini kan penyidikannya kita lakukan terus. Mohon doanya terus biar cepet apa yang menjadi harapan dari seluruh masyarakat dari peristiwa ini,” tuturnya.

Kronologi Pembunuhan
Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 14.20 WIB. Ayah korban, Maman Suherman, menerima telepon darurat dari anak keduanya yang berinisial D.

Saat itu, D memang berada di rumah bersama korban. Sementara, sang ayah bekerja seperti biasanya.

Mendengar suara D yang panik dan minta tolong, Maman langsung pulang dan mendapati korban dalam posisi tengkurap di kamar dan bersimbah darah.

Maman gerak cepat membawa korban ke Rumah Sakit Bethsaida. Namun, dokter menyatakan anaknya sudah meninggal dunia.

Saat diperiksa, ada 19 luka tusukan benda tajam di tubuh korban dan tiga luka memar akibat benda tumpul.

Bukti itu yang membuat Maman segera melaporkan kejadian tragis ini ke pihak kepolisian sekitar pukul 15.00 WIB.

PKS Minta Diusut Tuntas
Humas DPW PKS Banten, Kusuma Nirmala, menyebut peristiwa tragis ini berawal dari perampokan di rumah Maman.

Sang anak memergoki perampok, yang kemudian panik dan menusuknya berkali-kali.

Namun, setelah melakukan pemeriksaan dan mendengar keterangan pemilik rumah, tak ada barang-barang berharga yang hilang.

Selain itu, polisi juga menemukan bahwa CCTV rumah sudah rusak selama dua minggu.

Pihak kepolisian kini masih mencari CCTV di sekitar TKP agar bisa mengungkap kasus ini.(Sumber)