Ekonom Anthony Budiawan menilai kegagalan pengawasan pasar modal di Indonesia tidak hanya berdampak pada kerugian domestik, tetapi juga berpotensi merusak reputasi Indonesia di tingkat global. Menurutnya, lemahnya penegakan hukum terhadap manipulasi harga saham yang berlangsung lama tanpa tindakan tegas dapat memicu penilaian negatif dari lembaga indeks internasional seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“MSCI menilai pasar modal bukan semata dari ukuran ekonomi, tetapi dari integritas pasar, perlindungan investor, serta efektivitas pengawasan dan penegakan hukum,” kata Anthony, Sabtu (31/1/2026).
Ia menjelaskan, praktik manipulasi harga yang dibiarkan berlarut-larut menciptakan persepsi risiko regulasi yang tinggi. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan investor global dan memengaruhi posisi Indonesia dalam klasifikasi indeks internasional, termasuk risiko tinjauan negatif atau bahkan penurunan status.
“Risiko penilaian negatif oleh MSCI bukan sekadar isu teknis. Ini adalah refleksi dari persoalan tata kelola pasar modal yang lebih mendasar dan struktural,” tegasnya.
Dalam policy paper tersebut, Anthony menekankan bahwa kejahatan pasar modal di Indonesia tidak dapat dipandang sebagai kasus-kasus individual yang berdiri sendiri. Sebaliknya, berbagai pelanggaran itu merupakan manifestasi dari kegagalan pengawasan yang bersifat sistemik dan telah berlangsung dalam jangka panjang.
Akibat dari kondisi tersebut, lanjut Anthony, masyarakat menanggung kerugian finansial yang signifikan, kepercayaan investor terus tergerus, dan reputasi Indonesia di mata komunitas keuangan internasional ikut terancam.
“Tanpa reformasi mendasar dalam sistem pengawasan, penegakan hukum, dan perlindungan investor, pola kerugian yang berulang serta degradasi kredibilitas pasar modal Indonesia akan terus berlanjut,” pungkasnya.
Anthony mendorong regulator dan pembuat kebijakan untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh agar pasar modal Indonesia kembali dipercaya, baik oleh investor domestik maupun global, serta mampu bersaing secara sehat di tingkat internasional.












